Warga Mamberamo Tengah Terima Mesin Pengupas Kopi Dorong Ekonomi Lokal

Warga Mamberamo Tengah Terima Mesin Pengupas Kopi Dorong Ekonomi Lokal

Ekonomi | sindonews | Selasa, 3 November 2026 - 12:31
share

Sebanyak 250 warga Kampung Saralema, Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, menerima bantuan mesin pengupas kopi untuk mendukung pengembangan komoditas lokal dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kegiatan pemberdayaan tersebut diprakarsai Kepala Suku sekaligus Kepala Kampung Saralema, Asam Dabi, dalam rangkaian peringatan Sumpah Pemuda pada Kamis (29/10/2026).

"Bantuan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan potensi perkebunan kopi dan meningkatkan kesejahteraan warga," kata Asam Dabi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:Dari Kopi Robusta hingga Pupuk Organik, Produk Transmigran Menarik 12.500 Pengunjung

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 17.15 Waktu Indonesia Timur itu diikuti tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat setempat. Hadir pula Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Kobakma Bogol Mabel, Ketua LMA Megambilis Sepi Foisa, Kepala Suku Kobakma 2 sekaligus tokoh intelektual Niko Pugumis, Kepala Suku Tariko Soleman Wambu, serta Pdt. Yapan Endabia.

Penyerahan mesin pengupas kopi tersebut diharapkan membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, dan memperkuat perekonomian masyarakat. Bantuan itu juga menjadi sarana mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan warga dan tradisi bakar batu yang melibatkan pemuda serta masyarakat setempat. Tradisi tersebut dipandang sebagai upaya menjaga kearifan lokal, mempererat hubungan sosial, sekaligus memperkuat persaudaraan antarwarga.

Asam Dabi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas perhatian dan bantuan mesin pengupas kopi bagi masyarakat Mamberamo Tengah. Ia menilai kegiatan syukuran tersebut bukan hanya wujud rasa terima kasih, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan, menghormati perbedaan, dan menjaga harmoni antarkelompok masyarakat serta antarumat beragama.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya keamanan dan kedamaian di Mamberamo Tengah. Asam Dabi menolak keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, aktivitas ekonomi, pendidikan anak, serta keberlangsungan pembangunan daerah.

Baca Juga:Karhutla Papua Selatan, BNPB Soroti Titik Api di Konsesi Perkebunan Kelapa Sawit

Melalui momentum Sumpah Pemuda, masyarakat diharapkan semakin termotivasi mengembangkan kopi sebagai potensi ekonomi lokal. Sinergi antara warga, tokoh adat, dan pemerintah diyakini dapat menjadi landasan bagi pembangunan Mamberamo Tengah yang lebih aman, maju, dan berkelanjutan. Potensi kopi di kabupaten tersebut juga telah menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam upaya pengembangan koperasi dan pengolahan hasil kopi bernilai tambah.

Topik Menarik