Bolehkah Mengonsumsi Suplemen Zat Besi dan Vitamin D Secara Bersamaan? Ini Penjelasannya

Bolehkah Mengonsumsi Suplemen Zat Besi dan Vitamin D Secara Bersamaan? Ini Penjelasannya

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 2 November 2026 - 15:03
share

Suplemen zat besi dan vitamin D ternyata dapat dikonsumsi secara bersamaan. Kedua nutrisi tersebut tidak saling menghambat penyerapan sehingga kombinasi keduanya dinilai aman bagi kebanyakan orang.

Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sementara itu, vitamin D membantu penyerapan kalsium, menjaga kesehatan tulang, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Dikutip dari Verywell Health, ahli gizi Jennifer Lefton menjelaskan bahwa kedua suplemen tersebut tidak memiliki interaksi negatif maupun bersaing dalam proses penyerapan. Mengonsumsinya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama bagi orang yang mengalami kekurangan zat besi atau vitamin D.

Baca Juga : 7 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi, Nomor 5 Jarang Diketahui

Manfaat Zat Besi dan Vitamin D bagi TubuhZat besi dan vitamin D memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh.Berikut sejumlah manfaatnya:Zat besi:- Membantu pembentukan hemoglobin untuk mengangkut oksigen melalui darah.- Membentuk mioglobin yang membawa oksigen ke jaringan otot.- Mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh.- Menjaga fungsi sel.- Membantu produksi hormon.

Vitamin D:- Membantu penyerapan kalsium.- Mendukung pertumbuhan dan pembentukan tulang.- Membantu mengurangi risiko osteoporosis.- Mengurangi peradangan.- Mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Siapa yang Membutuhkan Suplemen Zat Besi dan Vitamin D?Seseorang yang berisiko mengalami kekurangan zat besi atau vitamin D dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui kebutuhan suplemennya.Kekurangan kedua nutrisi tersebut dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Namun, pemeriksaan kadar zat besi dan vitamin D tidak selalu termasuk dalam pemeriksaan rutin.

Selain orang yang mengalami kekurangan zat besi, suplemen ini mungkin direkomendasikan untuk beberapa kelompok, seperti:

- Atlet, khususnya atlet perempuan.- Orang yang menjalani pola makan vegetarian.- Penderita sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome).- Ibu hamil.Sementara itu, vitamin D terkadang direkomendasikan bersama kalsium untuk membantu menjaga kesehatan tulang.

Baca Juga : Vitamin D Jadi Kunci Mengatasi Nyeri Otot, Bisa Makan Telur atau Ikan Tuna

Cara Mengonsumsi Zat Besi dan Vitamin D agar Optimal

Meski keduanya dapat dikonsumsi bersamaan, pengaturan waktu dan cara konsumsi tetap perlu diperhatikan.

Berikut beberapa hal yang disarankan:1. Perhatikan kebutuhan harian. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 8–27 miligram zat besi dan 600–800 IU vitamin D per hari. Kebutuhan tersebut dapat berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin.2. Atur waktu konsumsi. Zat besi dianjurkan diminum saat perut kosong, sedangkan vitamin D sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau camilan yang mengandung lemak. Oleh karena itu, keduanya dapat diminum pada waktu berbeda untuk membantu penyerapan.

3. Hindari konsumsi zat besi bersamaan dengan kalsium. Kalsium berpotensi menghambat penyerapan zat besi. Karena itu, hindari mengonsumsi suplemen zat besi bersamaan dengan suplemen kalsium atau makanan tinggi kalsium.

4. Pilih suplemen yang teruji. Periksa label produk dan utamakan suplemen yang telah melalui pengujian atau sertifikasi independen.

Kapan Perlu Menghindari Suplemen Zat Besi?Tidak semua orang disarankan mengonsumsi suplemen zat besi. Salah satunya adalah penderita hemokromatosis, yaitu kondisi ketika tubuh menyerap dan menyimpan zat besi secara berlebihan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan zat besi di dalam tubuh. Oleh sebab itu, penderita hemokromatosis sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen zat besi tanpa arahan tenaga kesehatan.

Sebelum menggunakan suplemen zat besi maupun vitamin D, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ahli gizi, atau apoteker agar dosis dan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan tubuh. (Magang/Adelia Aini Intan)

Topik Menarik