Sudah Rajin Olahraga dan Makan Sehat, Kenapa Kondisi Tubuh Belum Tentu Lebih Baik?

Sudah Rajin Olahraga dan Makan Sehat, Kenapa Kondisi Tubuh Belum Tentu Lebih Baik?

Gaya Hidup | inews | Senin, 2 November 2026 - 14:59
share

JAKARTA, iNews.id - Rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga waktu tidur merupakan kebiasaan sehat yang mulai diperhatikan masyarakat. Namun, meski berbagai upaya menjaga kesehatan semakin banyak dilakukan, tidak semua orang merasakan perubahan kondisi tubuh yang lebih baik.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa menjaga kesehatan ternyata tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu atau dua kebiasaan. Ada aspek lain yang juga perlu diperhatikan, mulai dari kesehatan mental, emosional, hingga kemampuan mempertahankan rutinitas sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Gambaran tersebut terlihat dalam survei bertajuk 'Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026'. Survei ini menemukan hampir tiga dari empat responden di Indonesia kini menjalani aktivitas wellness yang lebih beragam. Sebanyak 71 persen responden bahkan mengaku lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan holistik juga semakin meningkat. Sembilan dari sepuluh responden menganggap kesehatan fisik, mental, dan emosional sangat penting. Sementara itu, 85 persen menyatakan aspek kesehatan holistik kini semakin penting dibandingkan tiga tahun lalu.

Namun, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan ternyata belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi yang dirasakan masyarakat. Survei tersebut mencatat hanya sekitar tiga dari lima responden yang merasa kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka lebih baik dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara meningkatnya aktivitas wellness dan hasil kesehatan yang dirasakan masyarakat.

"Dengan kata lain, meningkatnya tren wellness di kawasan Asia Pasifik belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesehatan," kata Oktrianto dalam pernyataan resminya, Senin (2/11/2026).

Dia melanjutkan, "Hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat, melainkan karena menjalani gaya hidup sehat dalam jangka panjang bukanlah hal yang mudah tanpa adanya sistem dukungan yang tepat, panduan yang realistis, serta motivasi yang berkelanjutan."

Persoalan kesehatan juga semakin luas dibandingkan sekadar menjaga kebugaran fisik. Laporan Innova Market Insights yang diterbitkan pada 2025 menunjukkan kualitas tidur, stres, dan kecemasan menjadi perhatian utama masyarakat terkait kesehatan.

Kelompok orang dewasa juga semakin memperhatikan berbagai aspek lain, seperti kesehatan otak, kesehatan kulit, dan keseimbangan hormon. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat mulai memahami kesehatan sebagai sesuatu yang saling berkaitan.

Di sisi lain, dukungan lingkungan juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Survei Herbalife menemukan 74 persen responden di Indonesia menginginkan dukungan lebih dalam menjaga kesehatan fisik.

Sebanyak 71 persen membutuhkan dukungan untuk kesehatan mental, sedangkan 64 persen menginginkan dukungan dalam menjaga kesehatan emosional.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan kesehatan tidak selalu harus dilakukan sendirian. Keluarga, teman, dan komunitas dapat menjadi lingkungan pendukung untuk membantu seseorang mempertahankan kebiasaan sehat.

Oktrianto menilai penguatan budaya 'social wellness' dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkecil kesenjangan tersebut. Melalui interaksi sosial, masyarakat dapat saling memberikan dorongan, berbagi pengalaman, dan membangun komitmen dalam menjalani kehidupan yang lebih sehat.

Pada akhirnya, kesehatan tidak cukup hanya dilihat dari seberapa sering seseorang berolahraga atau seberapa disiplin mereka mengatur makanan. Kesehatan fisik, mental, dan emosional perlu diperhatikan secara bersamaan agar upaya menjalani gaya hidup sehat dapat memberikan manfaat yang lebih menyeluruh.

Topik Menarik