Perut Sering Nyeridan Kembung setelah Operasi Usus?  Waspadai Perlengketan Usus

Perut Sering Nyeridan Kembung setelah Operasi Usus? Waspadai Perlengketan Usus

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:45
share

Nyeri perut dan kembung bisa dialami siapa saja, termasuk orang yang pernah menjalani operasi di area perut. Namun, jika keluhan muncul berulang kali setelah operasi usus buntu, operasi caesar, atau prosedur bedah lainnya, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah perlengketan usus atau adhesi. Kondisi ini terjadi ketika jaringan parut membuat usus menempel pada jaringan atau organ lain di dalam rongga perut.

Perlengketan ini terbentuk sebagai bagian dari proses penyembuhan tubuh, tetapi pada kondisi tertentu dapat mengganggu fungsi organ. Meski begitu, tidak semua orang yang pernah menjalani operasi akan mengalami perlengketan yang menimbulkan masalah.

Baca Juga : Nyeri Perut di Kanan Bawah Jangan Disepelekan, Bisa Jadi Gejala Radang Usus!

Bahkan, sebagian pasien tidak merasakan gejala apa pun sehingga tidak membutuhkan tindakan khusus.Perlengketan usus terjadi ketika jaringan parut yang terbentuk di dalam rongga perut menyebabkan dua permukaan jaringan atau organ saling menempel. Kondisi ini dapat muncul setelah operasi, tetapi juga bisa dipicu oleh peradangan maupun infeksi di rongga perut.

Menurut Dokter Spesialis Bedah Digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD, perlengketan usus tidak selalu memerlukan tindakan operasi. Penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

“Perlengketan merupakan salah satu kondisi yang dapat ditemukan setelah operasi di area perut. Tidak semua pasien mengalami gangguan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” jelas dr. Eko.

Baca Juga : 10 Makanan Pereda Sakit Perut, Pepaya Buang Racun dalam Tubuh

Pada sebagian pasien, perlengketan tidak menimbulkan keluhan. Namun, dalam kondisi tertentu, jaringan yang saling menempel dapat mengganggu pergerakan usus dan memicu nyeri perut berulang, kembung, hingga sumbatan usus.Karena gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lain, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Namun penanganan bisa menjadi lebih kompleks jika perlengketan berada di dekat atau melibatkan organ lain, termasuk saluran kemih.

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih. Jika bagian ini terdampak, dokter perlu mengevaluasi kondisi saluran kemih untuk mengetahui apakah terdapat gangguan yang memerlukan tindakan khusus.

Dalam situasi seperti ini, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada usus. Dokter juga perlu mempertimbangkan kondisi organ lain agar tindakan yang dilakukan tidak mengabaikan fungsinya.

dr. Eko menjelaskan, kolaborasi antarspesialis menjadi penting pada kasus perlengketan yang kompleks karena setiap organ yang terlibat perlu mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.Hal senada disampaikan dr. Donny Eka Putra, Sp.U.(K), Subsp. Trauma and Reconstructive Urology, Dokter Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urogenital Bethsaida Hospital Gading Serpong.

“Pada kasus perlengketan yang kompleks, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu organ. Kami perlu memahami hubungan antarorgan yang terlibat agar tindakan dapat direncanakan secara menyeluruh, termasuk menjaga fungsi saluran kemih dan melakukan rekonstruksi jika diperlukan,” ungkap dr. Donny.

Tidak semua kasus perlengketan usus membutuhkan pembedahan. Dokter akan terlebih dahulu mengevaluasi keluhan, riwayat operasi, serta kondisi kesehatan pasien sebelum menentukan penanganan.

Pemeriksaan dapat mencakup pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti CT scan, sesuai kebutuhan. Pemeriksaan pencitraan membantu dokter menilai kondisi organ dan kemungkinan komplikasi, meskipun perlengketan tidak selalu terlihat secara langsung.

Jika tidak menimbulkan gangguan yang memerlukan tindakan, pasien mungkin tidak membutuhkan operasi. Sebaliknya, jika perlengketan menyebabkan komplikasi, dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko tindakan serta metode yang paling sesuai.

Nyeri perut atau kembung setelah operasi tidak selalu berarti terjadi perlengketan. Namun, jika keluhan muncul berulang, menetap, atau disertai gangguan pencernaan, sebaiknya pasien berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Pasien juga perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami nyeri perut hebat, muntah berulang, perut membesar, atau tidak bisa buang angin maupun buang air besar. Gejala tersebut dapat menandakan sumbatan usus yang membutuhkan penanganan segera.

Topik Menarik