Sedekah Bisa Menolak Bala dan Musibah? Ini Penjelasannya dalam Hadis

Sedekah Bisa Menolak Bala dan Musibah? Ini Penjelasannya dalam Hadis

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:15
share

Sedekah memiliki keutamaan besar dalam Islam. Sejumlah hadis Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sedekah bukan sekadar amalan untuk membantu sesama, tetapi juga menjadi salah satu ikhtiar seorang Muslim untuk memohon perlindungan Allah SWT dari bala dan musibah.

Selain itu, sedekah dapat mempererat persaudaraan, membantu meringankan kesulitan orang lain, serta menjadi bekal berharga bagi seorang mukmin pada Hari Kiamat.

Dalam Islam, sedekah tidak terbatas pada pemberian harta. Perbuatan baik, ucapan yang bermanfaat, mendamaikan orang yang berselisih, hingga menyingkirkan gangguan dari jalan juga termasuk sedekah.

Lantas, apa saja keutamaan sedekah berdasarkan hadis Rasulullah SAW?

1. Sedekah Menjadi Ikhtiar Memohon Perlindungan dari Bala

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersegera melakukan sedekah dan tidak menunda-nunda kebaikan. Dalam sejumlah riwayat, sedekah disebut memiliki keutamaan dalam kaitannya dengan perlindungan dari berbagai kesulitan dan musibah.

Baca juga:Inilah Doa Tawakal agar Tetap Yakin pada Allah dalam Segala Keadaan

Salah satu riwayat yang sering dikutip mengenai hal ini berbunyi:“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak.” (Riwayat At-Thabrani, sebagaimana dikutip dalam sejumlah literatur tentang keutamaan sedekah).

Riwayat tersebut sering dijadikan motivasi untuk membiasakan sedekah sebagai bentuk ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT. Meski demikian, kualitas dan sumber setiap riwayat perlu diperhatikan sebelum dijadikan dasar untuk memastikan keutamaan tertentu.

Seorang Muslim tetap harus meyakini bahwa perlindungan dari musibah berada dalam kekuasaan Allah. Sedekah merupakan salah satu bentuk amal saleh, bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan mengalami ujian dalam hidupnya.

2. Sedekah Dapat Mendamaikan Orang yang Berselisih

Sedekah tidak selalu berkaitan dengan uang atau barang. Islam juga mengajarkan bahwa tindakan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain termasuk sedekah.

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari saat matahari terbit. Mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah. Menolong seseorang menaiki kendaraannya atau mengangkat barangnya adalah sedekah. Ucapan yang baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju salat adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut memperlihatkan luasnya makna sedekah dalam Islam. Seorang Muslim dapat bersedekah melalui perkataan yang baik, bantuan tenaga, maupun tindakan sederhana yang memberikan manfaat.

Mendamaikan pihak yang berselisih, misalnya, dapat mencegah permusuhan berkepanjangan. Begitu pula membantu orang yang kesulitan dapat meringankan beban hidup dan memperkuat hubungan antarsesama.Dengan demikian, sedekah juga berperan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih damai dan harmonis.

3. Sedekah Tidak Sebaiknya Ditunda

Anjuran bersedekah mengajarkan umat Islam agar tidak menunggu kaya atau memiliki harta berlimpah untuk berbuat baik. Selama memiliki kemampuan, seseorang dapat memberikan bantuan sesuai kadar kemampuannya.

Sedekah juga menjadi sarana untuk melatih keikhlasan dan kepedulian. Ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, seorang Muslim didorong untuk membantu tanpa harus menunggu diminta.

Namun, apabila seseorang tetap mengalami musibah setelah bersedekah, hal itu tidak berarti amalnya sia-sia atau tidak diterima Allah SWT. Musibah dapat menjadi ujian kehidupan dan memiliki hikmah yang tidak selalu diketahui manusia.

Karena itu, sedekah hendaknya dilakukan dengan niat mencari rida Allah, bukan semata-mata sebagai transaksi agar terhindar dari setiap persoalan duniawi.

4. Sedekah Menjadi Naungan pada Hari Kiamat

Keutamaan sedekah tidak hanya berkaitan dengan kehidupan dunia, tetapi juga kehidupan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Naungan seorang mukmin pada Hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad).Hadis tersebut memberikan motivasi kepada umat Islam untuk memperbanyak sedekah sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.

Hari Kiamat merupakan hari yang sangat berat bagi manusia. Dalam ajaran Islam, terdapat golongan yang memperoleh naungan Allah ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Sedekah menjadi salah satu amalan yang disebut dalam riwayat sebagai naungan bagi seorang mukmin pada hari tersebut.

Karena itu, sedekah hendaknya tidak dipandang hanya sebagai pengeluaran harta. Amalan ini merupakan investasi akhirat yang manfaatnya diharapkan terus menyertai pelakunya.

5. Sedekah Menjadi Sebab Datangnya Rahmat Allah

Keutamaan sedekah lainnya dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan At-Tirmidzi:

“Sesungguhnya sedekah benar-benar memadamkan kemurkaan Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk.” (HR At-Tirmidzi).

Riwayat ini memberikan dorongan kepada umat Islam untuk membiasakan sedekah sebagai bagian dari amal saleh. Meski demikian, pemahaman terhadap keutamaan tersebut perlu disertai keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT.

Sedekah bukan satu-satunya bentuk ibadah yang harus dilakukan. Seorang Muslim juga perlu memperbaiki salat, memperbanyak istigfar, menjaga hubungan dengan sesama, menjauhi kezaliman, serta berusaha memenuhi kewajiban agama.Dengan demikian, sedekah menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan rahmat-Nya.

Sedekah dan Bala

Ulama besar Imam Ibnul Qayyim rahimahullah turut menjelaskan pengaruh sedekah dalam kaitannya dengan berbagai musibah.

Dalam kitab Al-Wabilush Shayyib, beliau menerangkan bahwa sedekah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam mencegah berbagai bala. Beliau juga menjelaskan bahwa manfaat sedekah dapat dirasakan dalam berbagai keadaan, termasuk ketika pelakunya memiliki banyak kekurangan dalam amal.

Penjelasan tersebut menekankan besarnya nilai sedekah sebagai amal kebaikan. Meski begitu, seorang Muslim tidak boleh memahami sedekah sebagai kekuatan yang bekerja secara mandiri tanpa kehendak Allah SWT.

Allah-lah yang menentukan segala sesuatu. Sedekah merupakan salah satu sebab kebaikan yang dianjurkan dalam Islam, sedangkan hasil dan hikmahnya berada dalam ketetapan-Nya.

Pada akhirnya, sedekah hendaknya dilakukan dengan niat yang ikhlas, disertai kepedulian kepada sesama, doa, tawakal, dan amal saleh lainnya. Dengan membiasakan sedekah, seorang Muslim berharap memperoleh keberkahan hidup di dunia sekaligus pahala dan keselamatan di akhirat.

Baca juga:5 Ciri Orang yang Yakin kepada Allah SWT, Tak Gelisah soal Rezeki

Topik Menarik