5 Tragedi Tabrakan Pesawat Paling Mematikan di Dunia, 583 Orang Tewas di Tenerife
Tragedi tabrakan pesawat menjadi salah satu kecelakaan paling mematikan dalam sejarah penerbangan. Dalam sejumlah peristiwa, dua pesawat bertabrakan di udara atau di landasan pacu hingga menewaskan ratusan orang.
Salah satu tragedi paling memilukan terjadi di Tenerife, Spanyol, pada 27 Maret 1977. Dua pesawat Boeing 747 bertabrakan di landasan Bandara Los Rodeos dan menewaskan 583 orang.
Selain Tenerife, sejumlah tabrakan pesawat lainnya juga mengguncang dunia, termasuk kecelakaan di India dan Jerman. Berikut lima tragedi tabrakan pesawat yang tercatat dalam sejarah penerbangan.
5 Tragedi Tabrakan Pesawat Paling Mematikan di Dunia, 583 Orang Tewas di Tenerife
1. Tragedi Tenerife, Spanyol (1977)
Tragedi Tenerife menjadi kecelakaan penerbangan dengan jumlah korban jiwa terbesar dalam sejarah. Peristiwa ini terjadi pada 27 Maret 1977 di Bandara Los Rodeos, yang kini dikenal sebagai Bandara Tenerife Utara, di Kepulauan Canary, Spanyol.Dua pesawat Boeing 747 milik KLM dan Pan Am bertabrakan di landasan pacu ketika kondisi berkabut membatasi jarak pandang.
Pesawat KLM sedang bersiap lepas landas, sementara pesawat Pan Am masih berada di landasan dan berusaha mencapai jalur keluar. Kedua pesawat kemudian bertabrakan.
Sebanyak 583 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Hanya 61 orang yang berada di pesawat Pan Am berhasil selamat.
Investigasi menyoroti sejumlah faktor, termasuk komunikasi radio yang tidak efektif, kesalahpahaman mengenai izin lepas landas, dan kondisi kabut tebal. Tragedi ini kemudian mendorong perubahan besar dalam prosedur komunikasi dan keselamatan penerbangan.
2. Tabrakan Udara Charkhi Dadri, India (1996)
Tragedi berikutnya terjadi pada 12 November 1996 di dekat Charkhi Dadri, negara bagian Haryana, India. Dua pesawat, yakni Boeing 747 milik Saudi Arabian Airlines dan Ilyushin Il-76 milik Kazakhstan Airlines, bertabrakan di udara.Pesawat Saudi Arabian Airlines sedang terbang dari Delhi menuju Dhahran dan Jeddah, sedangkan pesawat Kazakhstan Airlines dalam perjalanan menuju Delhi.
Kedua pesawat bertabrakan ketika berada pada ketinggian yang berdekatan. Investigasi menyimpulkan bahwa pesawat Kazakhstan Airlines turun di bawah ketinggian yang telah ditetapkan oleh pengatur lalu lintas udara.Sebanyak 349 orang yang berada di kedua pesawat meninggal dunia. Hingga kini, tragedi Charkhi Dadri tercatat sebagai tabrakan dua pesawat di udara paling mematikan dalam sejarah penerbangan.
Peristiwa ini mendorong penguatan aturan pemisahan ketinggian pesawat serta penggunaan bahasa Inggris dan prosedur komunikasi yang lebih ketat dalam penerbangan internasional.
3. Tabrakan Udara Überlingen, Jerman (2002)
Pada 1 Juli 2002, dua pesawat bertabrakan di udara dekat Überlingen, Jerman, di sekitar Danau Constance.Pesawat pertama adalah Tupolev Tu-154 milik Bashkirian Airlines yang terbang dari Moskow menuju Barcelona. Pesawat kedua merupakan Boeing 757 milik DHL yang sedang menjalankan penerbangan kargo dari Bergamo menuju Brussel.
Tabrakan terjadi pada malam hari dan menghancurkan kedua pesawat. Sebanyak 71 orang meninggal dunia, terdiri atas 69 orang di pesawat penumpang dan dua awak pesawat kargo.
Investigasi menemukan persoalan dalam pengaturan lalu lintas udara dan koordinasi antara instruksi pengatur lalu lintas udara dengan sistem peringatan tabrakan pesawat atau Traffic Collision Avoidance System (TCAS).Tragedi ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya prosedur keselamatan yang jelas ketika pilot menerima instruksi yang berbeda dari sistem peringatan di pesawat.
4. Tabrakan Udara di Zagreb, Yugoslavia (1976)
Pada 10 September 1976, dua pesawat bertabrakan di udara dekat Zagreb, yang saat itu merupakan bagian dari Yugoslavia dan kini berada di Kroasia.Pesawat yang terlibat adalah Trident milik British Airways dan Douglas DC-9 milik Inex-Adria Airways. Keduanya sedang menjalani penerbangan komersial ketika bertabrakan di wilayah udara yang sama.
Tragedi tersebut menewaskan 176 orang yang berada di kedua pesawat.
Kecelakaan ini berkaitan dengan masalah koordinasi pengatur lalu lintas udara, komunikasi, dan pemisahan pesawat. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kecelakaan tabrakan udara paling mematikan di Eropa pada dekade 1970-an.
5. Tabrakan di Landasan Bandara Charles de Gaulle, Prancis (2000)
Tabrakan pesawat tidak selalu terjadi di udara. Pada 25 Mei 2000, sebuah McDonnell Douglas MD-83 milik Air Liberté bertabrakan dengan pesawat Shorts 330 di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis.Peristiwa tersebut terjadi di darat ketika pesawat-pesawat berada di area pergerakan bandara. Berbeda dari tragedi Tenerife yang menewaskan ratusan orang, insiden di Paris ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Meski demikian, kejadian tersebut menjadi contoh risiko tabrakan di area bandara, terutama ketika pesawat bergerak di darat dan membutuhkan koordinasi yang tepat antara awak pesawat serta petugas pengatur lalu lintas udara.









