Amerika Bombardir Duluan, tapi Trump Sebut Iran yang Memulai Perang dengan AS
Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan perang gabungan dengan membombardir Iran pada akhir Februari lalu. Namun, Presiden AS Donald Trump justru menyatakan bahwa Iran-lah yang memulai perang.
Pernyataan Trump ini disampaikan pada hari Senin dalam sebuah kampanye di Mississippi menjelang pemilu sela 3 November.
Baca Juga:AS Bersiap Serang Iran Habis-habisan dalam 96 Jam, Hanya Tunggu Perintah Trump
“Bukan kita yang memulai perang dengan Iran. Iran-lah yang memulai perang dengan kita,” kata Trump di hadapan massa pendukung.
Trump merujuk pada tindakan Iran terhadap Amerika Serikat yang telah berlangsung sejak tahun 1979, seraya menyebutkan bahwa banyak warga Amerika yang telah tewas selama kurun waktu tersebut.“Mereka telah membunuh rakyat kita selama bertahun-tahun,” ujar Trump.Trump juga menyinggung nama Qasem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds IRGC yang tewas dalam serangan drone AS di Baghdad, Irak, pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden AS.
“Soleimani—Anda tahu siapa Soleimani? Saya melenyapkannya di masa awal jabatan saya,” katanya.
"Gencatan Senjata Itu Buang-buang Waktu"
Lebih lanjut, Trump menganggap gencatan senjata dalam perang melawan Iran sebagai tindakan yang “buang-buang waktu". Dia memuji blokade yang diterapkan AS dan menyatakan bahwa Washington kini memegang “kendali penuh”.“Kita menerapkan blokade yang mungkin merupakan yang terbesar dalam sejarah Angkatan Laut,” ujar Trump.
“Tidak ada satu pun—tidak ada satu kapal Iran pun yang berhasil lolos selama berbulan-bulan, kecuali saat kita melakukan gencatan senjata singkat,” katanya.“Kita sempat melakukan gencatan senjata singkat, yang sebenarnya tidak terlalu saya sukai. Menurut saya, itu hanya buang-buang waktu, tetapi Anda tahu, terkadang kita perlu mendengarkan para profesional,” imbuh Trump.
Trump mengatakan bahwa dia sempat memperkirakan harga minyak akan melonjak “jauh lebih tinggi” selama konflik berlangsung, namun dia telah bersiap menghadapinya karena yakin AS tidak punya pilihan lain selain bertindak. “Harga minyak justru lebih rendah daripada sebelumnya,” ujarnya.
Trump juga memprediksi konflik tersebut akan segera berakhir dan menegaskan bahwa Iran tidak akan dibiarkan memiliki senjata nuklir.
“Semuanya berjalan dengan baik, konflik ini akan segera berakhir, dan mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” paparnya, seperti dikutip dari Iran International, Selasa (27/10/2026).









