Global Handwashing Day di 2 SDN Jakarta, Enesis Dorong Siswa Jadi Penggerak Budaya Tangan Bersih
Memperingati Global Handwashing Day 2026, edukasi di dua SD dilanjutkan melalui Duta Kelas dan dukungan sarana kebersihan agar pengetahuan tumbuh menjadi kebiasaan hidup sehat. Pola tersebut berawal dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Berangkat dari semangat tersebut, Enesis Group melalui Brand Antis menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) School bertajuk “Gerakan Tangan Bersih” untuk memperingati Global Handwashing Day atau Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober 2026.
Program ini hadir di SDN 20 Utan Kayu Selatan pada 13 Oktober 2026 dan SDN 02 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada 15 Oktober 2026. Tujuannya mengajak siswa membangun kesadaran menjaga kebersihan tangan sejak usia dini.
Baca juga: Pentingnya Mengedukasi Anak Cuci Tangan Sejak Dini
Kebersihan tangan merupakan salah satu langkah mendasar dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, pengetahuan saja belum cukup apabila tidak diikuti penerapan dalam keseharian.
Karena itu, kegiatan dirancang melalui edukasi interaktif mengenai pentingnya kebersihan tangan, cara mencuci tangan dengan baik dan benar, serta penggunaan hand sanitizer secara tepat sebagai pelengkap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Untuk mendukung penerapannya di sekolah, Enesis Group juga membagikan produk Antis kepada siswa dan guru. Selain itu, masing-masing sekolah menerima dua dispenser hand sanitizer dan satu jerigen Antis. Dukungan sarana tersebut diharapkan memudahkan warga sekolah mengubah pesan edukasi menjadi praktik yang terus diingat dan dilakukan. RM Ardiantara, Head of Human Resources, Services and Public Relations Enesis Group menuturkan perubahan perilaku menjadi tujuan utama dari program ini. “Kami percaya edukasi kesehatan yang berdampak bukan hanya membuat anak-anak tahu apa yang benar, tetapi membantu mereka terbiasa melakukannya. Sekolah memiliki peran penting karena di sinilah kebiasaan dibentuk melalui contoh, pengulangan, dan saling mengingatkan. Kami ingin Gerakan Tangan Bersih tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, melainkan menjadi bagian dari keseharian siswa baik di sekolah maupun rumah,” ujarnya. Untuk memperluas pesan edukasi dari siswa kepada siswa, program ini juga melibatkan 10 siswa yang dipilih sebagai Duta Kelas. Para duta mendapat peran untuk menyampaikan kembali edukasi Gerakan Tangan Bersih dan penggunaan hand sanitizer Antis kepada teman-teman sekelasnya.
Pendekatan antarteman sebaya ini memberi ruang bagi anak-anak untuk tidak hanya menjadi penerima pesan, tetapi juga penggerak kebiasaan baik di lingkungannya. Program Duta Kelas akan berlanjut hingga November 2026. Pada akhir periode, satu kelas terbaik dari masing-masing sekolah akan dipilih sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi dan konsistensi penerapan pesan kebersihan tangan.










