Berapa Lama Magnesium Bertahan di Dalam Tubuh? Ini Penjelasannya

Berapa Lama Magnesium Bertahan di Dalam Tubuh? Ini Penjelasannya

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:50
share

Magnesium merupakan mineral penting yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari menjaga kerja otot dan saraf hingga mendukung kesehatan tulang. Namun, berapa lama magnesium bertahan di dalam tubuh ternyata bergantung pada sejumlah faktor, seperti jenis magnesium yang dikonsumsi, tingkat penyerapannya, hingga kondisi kesehatan seseorang.

Baca juga: 5 Minuman Pagi Hari yang Baik untuk Pencernaan, Ada Teh dan Peppermint

Dilansir dari Verywell Health, sekitar setengah magnesium yang diperoleh dari suplemen atau makanan masih berada di dalam tubuh sekitar delapan hingga sembilan jam setelah dikonsumsi. Delapan hingga sembilan jam berikutnya, jumlah tersebut kembali berkurang menjadi sekitar 25 persen. Proses ini terus berlangsung hingga sebagian besar magnesium dikeluarkan dari tubuh.

Meski demikian, tubuh tidak membuang seluruh magnesium sekaligus. Sebagian mineral ini disimpan di tulang dan otot, sehingga dapat bertahan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan, tergantung kebutuhan tubuh dan seberapa cepat magnesium digunakan.

Baca juga: 5 Minuman Terbaik Setelah Makan Malam untuk Menjaga Kesehatan Ginjal, Air Putih Pilihan UtamaAda beberapa faktor yang memengaruhi lamanya magnesium bertahan di dalam tubuh.

1. Jenis magnesium yang dikonsumsi

Suplemen magnesium tersedia dalam berbagai bentuk, seperti magnesium citrate, glycinate, aspartate, lactate, oxide, dan sulfate. Masing-masing memiliki tingkat penyerapan yang berbeda.

Jenis magnesium seperti citrate, glycinate, aspartate, dan lactate cenderung lebih mudah diserap tubuh sehingga dapat bertahan lebih lama di dalam aliran darah. Sebaliknya, magnesium oxide memiliki tingkat penyerapan yang lebih rendah sehingga lebih cepat dikeluarkan dari tubuh.

Mengonsumsi berbagai makanan yang kaya magnesium juga dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral ini dalam berbagai bentuk alami.

2. Dosis suplemen

Jumlah magnesium yang dikonsumsi turut memengaruhi banyaknya mineral yang diserap tubuh. Dosis suplemen umumnya berkisar antara 100 hingga 400 miligram atau lebih dan biasanya dikonsumsi sekali sehari.

Rekomendasi kebutuhan magnesium harian adalah 400–420 miligram untuk pria dan 310–320 miligram untuk wanita.

3. Kadar magnesium dalam tubuh

Tubuh akan mempertahankan lebih banyak magnesium jika kadarnya sedang rendah. Sebaliknya, apabila kebutuhan sudah tercukupi, kelebihan magnesium umumnya akan dibuang melalui urine.

Karena itu, pola makan seimbang dengan beragam makanan kaya magnesium dinilai dapat membantu menjaga kadar mineral ini tetap optimal.

4. Kondisi kesehatan dan obat-obatan

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi kemampuan tubuh menyerap maupun mempertahankan magnesium. Di antaranya diare kronis atau gangguan penyerapan nutrisi, penyakit ginjal, diabetes, serta gangguan endokrin lainnya.Selain itu, beberapa jenis obat juga dapat menurunkan penyerapan magnesium, seperti diuretik, proton-pump inhibitor (PPI), antibiotik, dan obat imunosupresan.

Apakah magnesium bisa menumpuk di dalam tubuh?

Kelebihan magnesium dari makanan tergolong jarang terjadi dan umumnya tidak menjadi masalah. Namun, konsumsi suplemen dalam dosis tinggi dapat memicu efek samping seperti diare, mual, dan kram perut.

Dalam kasus yang sangat jarang, konsumsi magnesium dosis sangat tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan toksisitas magnesium.

Karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen magnesium, terutama bagi orang yang sedang menggunakan obat tekanan darah, antibiotik, bifosfonat, diuretik, atau PPI.

Magang/Kirana Gina Anindita

Topik Menarik