Bekas Vila Adolf Hitler Diduga Sengaja Dibakar, Tersangka Ditangkap
Kebakaran hebat melanda bangunan vila di Pegunungan Alpen Bavaria yang pernah digunakan sebagai tempat peristirahatan mantan diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler. Pejabat Jerman menduga bekas vila itu sengaja dibakar, dan polisi telah menangkap seorang tersangka.
Kebakaran melanda bangunan yang dikenal sebagai Eagle's Nest tersebut pada Jumat malam. Bangunan yang dulu digunakan para pejabat tinggi Nazi itu berada pada ketinggian 1.834 meter atau sekitar 6.000 kaki di atas permukaan laut.
Baca Juga: Heboh PM Samoa Salam Nazi dan Ucapkan Heil Hitler, Kini Minta Maaf dan Dukung Israel
Saat salju turun di puncak Pegunungan Alpen, api masih melalap Eagle's Nest hingga Sabtu pagi.
Pada Sabtu siang, Kepala Pemadam Kebakaran Michael Brandl mengatakan sisa-sisa kobaran api terakhir sedang dipadamkan. Dia menambahkan, belum ada seorang pun yang memasuki bangunan tersebut karena dikhawatirkan strukturnya dapat runtuh."Kami sangat beruntung karena tidak ada korban luka," kata Brandl, seperti dikutip dari AFP, Minggu (25/10/2026).Sekitar 200 petugas pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi di bangunan Kehlsteinhaus, yang terletak di puncak gunung di atas Obersalzbergters tersebut. Menurut otoritas negara bagian Bavaria, lokasi tersebut menarik sekitar 350.000 pengunjung setiap tahun.
Juru bicara kepolisian setempat, Lisa Maier, mengatakan para petugas pemadam kebakaran harus menggunakan alat bantu pernapasan untuk mendekati lokasi kejadian.
Menurut kepolisian, petugas pemadam kebakaran melihat kobaran api menjulang tinggi ketika mendekati lokasi. Mereka kemudian mendapati bangunan tersebut telah terbakar sepenuhnya.
Menteri Dalam Negeri negara bagian Bavaria, Joachim Herrmann, mengatakan kebakaran itu tampaknya merupakan "tindakan yang disengaja untuk menimbulkan kerusakan". Kepolisian juga mengonfirmasi bahwa seorang tersangka ditangkap di lokasi kejadian.
Robert Holzinger, pejabat kepolisian Bavaria, mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran dan polisi yang menuju Eagle's Nest melihat seorang pengendara sepeda motor merah tanpa pelat nomor. Mereka kemudian menghentikan pengendara tersebut, yang kini ditetapkan sebagai tersangka.Tersangka merupakan pria Jerman berusia 33 tahun yang memiliki keterkaitan dengan daerah tersebut, tetapi tidak tinggal di sana. Hal itu disampaikan Rainer Vietze dari kantor kejaksaan setempat kepada surat kabar PNP.
"Kemungkinan besar ini merupakan kasus pembakaran yang disengaja," kata Vietze. Namun, mengingat latar belakang sejarah bangunan tersebut, dia mengatakan pihak berwenang untuk sementara belum mengesampingkan kemungkinan adanya motif politik.
Vietze menambahkan bahwa tersangka telah menjalani pemeriksaan kejiwaan sebelum ditempatkan sementara di fasilitas psikiatri.
Pada Sabtu, polisi menutup akses menuju tempat peristirahatan tersebut.
Kedubes Iran Sangkal Laporan Teheran Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka dan Tanjung Priok
Dibangun pada 1937–1938, Eagle's Nest merupakan bagian dari warisan kelam rezim Reich Ketiga pimpinan Hitler. Rezim Nazi bertanggung jawab atas kematian jutaan orang Yahudi, serta kelompok Roma, LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer), serta komunis selama Holocaust.Bangunan tersebut dirancang sebagai monumen untuk mengagungkan kekuasaan Hitler. Namun, sang diktator jarang mengunjungi kompleks itu karena pengamanannya sangat ketat. Hitler juga memiliki kediaman lain di kawasan pedesaan, yakni Berghof, yang terletak tidak jauh dari sana.
Dibangun menggunakan batu dan granit, Eagle's Nest menawarkan pemandangan Pegunungan Alpen yang luar biasa. Bangunan tersebut dirancang untuk memberikan kesan mendalam kepada para diplomat asing. Hitler juga memanfaatkannya sebagai latar dalam film-film propaganda Nazi.
Eagle's Nest selamat dari Perang Dunia II tanpa mengalami kerusakan. Setelah perang, bangunan itu semakin dikenal melalui film-film Hollywood yang diproduksi pada masa pascaperang dan menggambarkan kembali kediaman tersebut.
Sejak 1952, Eagle's Nest menjadi lokasi pameran yang mengisahkan sejarah Nazi di bangunan itu, sekaligus berfungsi sebagai restoran.
Dalam situs resminya, pengelola menyebut Eagle's Nest sebagai simbol kegilaan rezim Nazi dan dunia di Obersalzberg, tempat berbagai rencana perang dan pembunuhan massal dirancang.
"Rumah ini—seluruh lokasi beserta lingkungan sekitarnya—terkait dengan sejarah tertentu. Penting bagi kita untuk melanjutkan upaya menjaga ingatan terhadap sejarah tersebut," kata Herrmann.










