Houthi Sangkal Rudalnya Targetkan Makkah dan Madinah: Itu Kebohongan Besar Arab Saudi!
Kerajaan Arab Saudi mengumumkan pasukannya telah menembak jatuh dua rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi Yaman ke arah wilayah Makkah dan Madinah pada hari Sabtu. Namun, kelompok tersebut menyangkal pernyataan kerjaaan.
Menurut otoritas pertahanan sipil Arab Saudi, puing-puing dari dua rudal yang ditembak telah jatuh di wilayah Mekkah dan Madinah, dua kota tersuci umat Islam.
Baca Juga: Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Rudal Houthi, Pecahannya Jatuh di Makkah dan Madinah
Video Pidato Abbas untuk PBB: Kebijakan Israel Kini Ancam Kehidupan dan Eksistensi Rakyat Palestina
"Pertahanan sipil di wilayah Mekkah dan Madinah mulai merespons jatuhnya puing-puing akibat pencegatan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi," kata otoritas tersebut dalam sebuah unggahan di X. Mereka menambahkan bahwa sebagian puing jatuh di Wadi Mughamas, di luar kota Mekkah.
Kelompok Houthi, yang dikenal pro-Iran, mengakui telah melancarkan serangan baru terhadap wilayah Arab Saudi dan wilayah yang dikuasai oleh pemerintah Yaman pada hari Sabtu. Namun, mereka menyangkal bahwa rudal-rudal yang ditembakkan ke wilayah Arab Saudi menargetkan Makkah dan Madinah, sebagaimana dikutip dari France24, Minggu (25/10/2026)."Apa yang disebarkan oleh Saudi mengenai pasukan kami yang menargetkan wilayah suci Makkah dan Madinah adalah kebohongan besar," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree. Kelompok Houthi mengeklaim serangan mereka pada hari Sabtu menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan beberapa bandara lain, serta fasilitas minyak Kerajaan Arab Saudi.
Sebelumnya, juga pada hari Sabtu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal yang menyasar kota Taif dan Yanbu di wilayah barat Arab Saudi. Otoritas pertahanan sipil Saudi juga telah mengeluarkan peringatan akan adanya "potensi bahaya" di empat wilayah bagian barat, termasuk area di sekitar Makkah, Taif, dan Yanbu.
Yanbu, yang terletak di pesisir Laut Merah, merupakan pusat ekspor minyak utama yang memungkinkan Arab Saudi mengalirkan minyak mentah melalui jalur pipa timur-barat, sehingga tidak perlu melewati Selat Hormuz.
Kedubes Iran Sangkal Laporan Teheran Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka dan Tanjung Priok
Arab Saudi telah berulang kali menghadapi serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir, menyusul runtuhnya gencatan senjata yang telah berlangsung selama bertahun-tahun pada musim panas lalu. Pertempuran yang kembali berkobar ini juga mengalihkan perhatian pada dampak regional yang lebih luas dari konflik tersebut, di tengah ketegangan antara AS dan Iran yang dimulai sejak Februari.
Sebuah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh awal bulan ini menewaskan 13 orang dan memaksa fasilitas tersebut ditutup. Sementara itu, Amerika Serikat telah memerintahkan staf kedutaan yang tidak esensial beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi minggu ini, dengan alasan adanya ancaman dari kelompok Houthi.
Kelompok Houthi semakin sering menyasar infrastruktur minyak, bandara, dan kapal tanker Arab Saudi, yang memicu kekhawatiran mengenai keamanan ekspor energi kerajaan tersebut.










