Poltekkes Kemenkes Jakarta II Dampingi Ibu dan Kader Posyandu Perkuat Praktik Pemberian MPASI

Poltekkes Kemenkes Jakarta II Dampingi Ibu dan Kader Posyandu Perkuat Praktik Pemberian MPASI

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:30
share

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Untuk memperkuat praktik pemberian makan anak sejak dini, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Kader dan Ibu Baduta dalam Praktik Pemberian MPASI di Posyandu Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi”.

Melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026), kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Mawar VIII, Desa Gandoang, Kabupaten Bogor, ini melibatkan 10 kader Posyandu, 10 ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta), dan 10 anak baduta.

Baca juga: DLH DKI Jakarta Buka 264 Lowongan Kerja Padat Karya, Tanpa Syarat Minimal Ijazah

Melalui rangkaian pelatihan, praktik konseling, dan kunjungan rumah, kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan kader dalam menyampaikan edukasi gizi sekaligus mendorong ibu menerapkan praktik pemberian MPASI yang sesuai dengan kebutuhan anak.Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan oleh tim dosen kepada kader Posyandu mengenai Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), termasuk demonstrasi MPASI dan simulasi konseling. Pelatihan ini memberikan bekal bagi kader untuk memahami materi sekaligus melatih cara menyampaikan informasi gizi kepada ibu baduta secara komunikatif dan mudah dipahami.

Tahap berikutnya menjadi kesempatan bagi kader untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari. Kader melakukan konseling secara langsung kepada ibu baduta dengan pendampingan mahasiswa dan dosen yang turut mengamati dan menilai proses konseling. Pendekatan ini memberikan ruang bagi kader untuk berlatih berkomunikasi, menggali kebutuhan ibu, serta menyampaikan saran terkait pemberian makan anak.

Baca juga: Buka Peluang Karier Internasional, MNC University Jajaki Kerja Sama dengan Delapan Perusahaan Asal Jepang

Dalam proses pelatihan awal, tim masih menemukan beberapa aspek konseling yang perlu diperkuat. Namun, melalui praktik dan pendampingan lanjutan, kemampuan kader menunjukkan perkembangan yang positif. Saat kunjungan rumah, kader dinilai telah menunjukkan kemampuan konseling yang lebih baik dibandingkan pada tahap awal pelatihan.

Kunjungan rumah (home visit) menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pendampingan ini. Tim bersama kader mengamati proses konseling kepada ibu baduta sekaligus mendampingi ibu dalam menyiapkan MPASI. Dengan melihat praktik pemberian makan secara langsung di lingkungan keluarga, edukasi dapat dikaitkan dengan situasi sehari-hari yang dihadapi ibu, sehingga informasi yang diberikan lebih relevan dengan kebutuhan mereka.Bagi ibu baduta, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi dan pendampingan mengenai praktik pemberian MPASI secara langsung. Sementara itu, bagi kader Posyandu, rangkaian pelatihan hingga kunjungan rumah menjadi proses pembelajaran untuk memperkuat keterampilan komunikasi interpersonal, membangun interaksi yang lebih baik dengan ibu, dan memberikan konseling yang lebih terarah.

Pendekatan pendampingan tersebut menempatkan kader bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra ibu dalam memahami kebutuhan gizi anak. Kemampuan mendengarkan, menjelaskan informasi secara sederhana, serta memberikan arahan sesuai kebutuhan keluarga merupakan bagian penting dari komunikasi interpersonal dalam pelayanan Posyandu.

Kegiatan ini melibatkan empat dosen dan tujuh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Ketua pelaksana, dr. Corazon Hanna Dumaria, M.Biomed, bersama tim melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan pelayanan gizi berbasis masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II berharap pengetahuan ibu mengenai praktik pemberian MPASI dapat semakin baik, sekaligus mendorong kader Posyandu untuk mengembangkan keterampilan konseling dan komunikasi interpersonal secara berkelanjutan.

Sinergi antara perguruan tinggi, kader, dan keluarga diharapkan dapat mendukung praktik pemberian makan yang lebih tepat bagi anak serta berkontribusi pada upaya pencegahan masalah gizi, termasuk stunting, sejak dini.

Topik Menarik