Aktivitas Merger-Akuisisi ASEAN Meningkat 30, Citi Catat Pendapatan Naik 35

Aktivitas Merger-Akuisisi ASEAN Meningkat 30, Citi Catat Pendapatan Naik 35

Ekonomi | sindonews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:44
share

Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN meningkat lebih dari 30 secara tahunan sepanjang 2026, didorong antara lain oleh meningkatnya pembiayaan terkait kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi bisnis perusahaan. Data Dealogic mencatat nilai transaksi M&A mencapai 140 miliar dolar AS, sementara penerbitan di pasar modal ekuitas dan utang secara gabungan melampaui 180 miliar dolar AS.

"ASEAN merupakan salah satu kawasan utama bagi Citi secara global. Kawasan ini adalah rumah bagi banyak perusahaan kelas dunia serta perusahaan unggulan baru yang terus berkembang dan semakin aktif memanfaatkan pasar modal secara kompetitif untuk mendanai ambisi pertumbuhan mereka," ujar Head of Investment Banking Citi untuk ASEAN Matthew Nimtz dikutip pada Kamis (22/10/2026).

Baca Juga:Soroti Penanganan Karhutla, Jonan Tekankan Kerja Sama Anggota ASEAN

Di tengah peningkatan aktivitas transaksi tersebut, pendapatan bisnis Investment Banking Citi di ASEAN tumbuh 35 secara tahunan. Sepanjang 2026, Citi terlibat dalam transaksi M&A di kawasan tersebut dengan nilai mendekati 20 miliar dolar AS serta membantu klien menghimpun hampir 25 miliar dolar AS melalui pasar modal global.

Penghimpunan dana tersebut dilakukan melalui beragam instrumen, termasuk penerbitan obligasi internasional, penawaran umum perdana saham (IPO), obligasi konversi, dan penawaran saham lanjutan (follow-on offering). Secara keseluruhan, Citi telah memimpin hampir 30 transaksi penerbitan di ASEAN sepanjang tahun ini, dengan rata-rata hampir tiga transaksi per bulan.

Sejumlah transaksi yang melibatkan Citi pada 2026 antara lain perannya sebagai penasihat keuangan bagi Indosat dalam pembentukan Zankore, termasuk mendukung pembiayaan ekuitas dan utang. Citi juga menjadi penasihat KKR dan Singtel dalam proses akuisisi STT GDC senilai 10,9 miliar dolar AS.

Di pasar modal ekuitas, Citi memimpin sejumlah transaksi publik di Singapura, antara lain untuk UI Boustead REIT, CapitaLand Integrated Commercial Trust, dan CapitaLand India Trust. Sementara itu, transaksi obligasi internasional yang ditangani mencakup penerbitan oleh Republik Filipina, PLN Indonesia, Advance Info Service Thailand, dan Maybank Malaysia.

Baca Juga:Anggota DPR Malaysia: ASEAN Harus Tekan Indonesia soal Kabut Asap!

Citi memperkirakan aktivitas pasar modal akan tetap produktif pada kuartal IV 2026, ditopang sejumlah transaksi pembiayaan yang tengah disiapkan. Aktivitas M&A juga diprakirakan berlanjut, baik melalui akuisisi perusahaan asing oleh pelaku usaha ASEAN maupun ekspansi perusahaan ASEAN ke luar kawasan, terutama di sektor teknologi, barang konsumen, dan kesehatan.

Nimtz mengatakan perusahaan-perusahaan di ASEAN semakin mengandalkan jaringan global Citi untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan strategis dan layanan konsultasi transaksi. Tren tersebut sejalan dengan upaya perusahaan regional memperluas jangkauan bisnis dan bersaing di pasar global.

Topik Menarik