Wall Street Dibuka Melemah, Nasdaq Anjlok 1,46 Persen akibat Kekhawatiran Belanja AI

Wall Street Dibuka Melemah, Nasdaq Anjlok 1,46 Persen akibat Kekhawatiran Belanja AI

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:00
share

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dengan Nasdaq Composite turun paling dalam akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) dan ketidakpastian imbal hasil investasi. Kenaikan harga minyak turut menambah tekanan di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan energi.

Dikutip dari Reuters, Nasdaq Composite merosot 1,46 persen menjadi 26.312,94. Indeks S&P 500 turun 0,81 persen ke level 7.694,03, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 0,26 persen menjadi 52.716,35 pada pukul 09.41 waktu setempat.

Tekanan terjadi setelah laporan kinerja Tesla dan Meta Platforms gagal meredakan kekhawatiran investor terhadap investasi AI. Saham Tesla turun 1,9 persen setelah produsen kendaraan listrik tersebut memangkas proyeksi belanja modal tahunan. Sementara itu, saham Meta anjlok 6,7 persen setelah perusahaan media sosial itu memperkenalkan saham baru tanpa hak suara untuk mendukung ekspansi AI.

Manajer Portofolio Riset Investasi di Bogart Wealth, Brendon Dashiell mengatakan, valuasi saham perusahaan teknologi yang sudah tinggi membuatnya rentan terhadap koreksi ketika muncul sentimen negatif.

"Hal yang membuat saham-saham AI ini lebih rentan adalah valuasinya yang sudah sangat tinggi. Jadi, sedikit saja gangguan di pasar dapat menyebabkan penurunan besar pada sejumlah saham tersebut," ujarnya.

Tekanan juga melanda saham perusahaan teknologi lainnya. Amazon dan Nvidia masing-masing turun sekitar 2 persen. Di sektor semikonduktor, saham Intel merosot 5,3 persen, sedangkan AMD, Qualcomm, Marvell Technology, Broadcom, dan Micron Technology melemah di kisaran 1,9–5,2 persen. Saham SpaceX dan Super Micro Computer juga turun masing-masing 3,9 persen dan 3,4 persen.

Meningkatnya kekhawatiran pasar mendorong indeks volatilitas CBOE atau VIX melonjak 17,86 persen setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut. Enam dari 11 sektor dalam S&P 500 tercatat melemah, dengan sektor teknologi turun 1,6 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumsi primer dan kesehatan menguat karena investor beralih ke saham defensif.

Dari sisi ekonomi, klaim tunjangan pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun, mengindikasikan pasar tenaga kerja masih solid. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent bertahan di dekat level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kekhawatiran gangguan pasokan meningkat setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu risiko eskalasi konflik di Timur Tengah. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,0378 persen seiring meningkatnya permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham bergerak berlawanan arah. Saham Lockheed Martin melonjak 9,4 persen setelah perusahaan pertahanan tersebut menaikkan proyeksi penjualan dan laba tahunan. Saham Spotify juga naik 8,7 persen setelah memproyeksikan laba kuartal IV di atas ekspektasi Wall Street, didukung harapan bahwa fitur berbasis AI dapat mendorong pertumbuhan pengguna. Berdasarkan data LSEG, pertumbuhan laba emiten S&P 500 pada kuartal III kini diperkirakan mencapai 32,3 persen, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 30,7 persen.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik