Wakil Ketua MPR Dorong Penguatan Kebijakan Publik Berbasis Bukti Ilmiah

Wakil Ketua MPR Dorong Penguatan Kebijakan Publik Berbasis Bukti Ilmiah

Nasional | sindonews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:22
share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menyasar kabel-kabel internet utama yang melintasi Selat Hormuz. Mereka menyatakan telah menetapkan target-target baru di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat serta blokade yang semakin ketat terhadap Iran.

“Tujuh kabel internet utama melintasi bawah Selat Hormuz, dan pihak musuh harus tahu bahwa kami memiliki target-target baru,” ujar IRGC pada hari Senin (19/10/2026).

Sebelumnya, kedutaan besar AS di empat negara Timur Tengah telah mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan perkembangan situasi keamanan yang berlangsung cepat, termasuk potensi serangan oleh Iran dan sekutu-sekutunya.

Peringatan tersebut disampaikan melalui pernyataan yang dirilis pada Minggu malam oleh kedutaan besar AS di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Israel.

Pihak kedutaan mengimbau warga negara AS untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat “lingkungan keamanan yang kompleks.”Mereka juga memperingatkan adanya “potensi pembatalan penerbangan, penutupan ruang udara, dan gangguan perjalanan.” Warga Amerika yang bepergian ke atau dari kawasan tersebut disarankan untuk terus memantau informasi terbaru dari pihak bandara maupun maskapai penerbangan, serta menyiapkan rencana alternatif sejak dini.

Pernyataan tersebut menyebutkan, “Kelompok Houthi yang didukung Iran telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan ke bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya, yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil serta gangguan perjalanan yang parah.”

Kedutaan besar AS memperingatkan tindakan permusuhan ini “berpotensi meningkat dengan cepat hingga melampaui wilayah tersebut.”

Baca juga: Dubes AS Akui Amerika Bukan Lagi Penguasa Dunia, Tak Tahu Apakah Perang Iran Kesalahan atau Bukan

Topik Menarik