Debat Kandidat Caketum PP KAMMI Hadirkan Panelis dari 3 Unsur Independen
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi secara khusus memohon dukungan doa kepada para kiai dan ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar kondisi pasar modal Indonesia kembali stabil dan solid usai dihantam tekanan berat pada perdagangan beberapa hari terakhir.
Friderica secara terbuka mengajak para pemuka agama untuk turut mendoakan ketahanan industri pasar modal nasional di tengah guncangan yang terjadi. Ia menekankan pentingnya membedakan antara kekuatan fundamental ekonomi dengan kepanikan sentimen sesaat yang sempat menekan laju indeks.
"Dan saya mohon dukungannya, Kiai, juga mohon doanya di sini ada Ustaz juga ya yang sering mendoakan. Jadi mohon doanya supaya pasar modal kita semakin solid, semakin maju, semakin berkembang ya. Karena tentu kalau pasar modal itu ‘kan kita harus membedakan antara fundamentalnya dengan mungkin sentimen yang sedang terjadi saat ini," ujar Friderica dalam forum Ijtima Sanawi MUI di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: OJK Minta Investor Bursa Tak Panik, Bakal Ada Penegakan Hukum dan Buka-bukaan Kepemilikan Saham
Tekanan hebat di pasar saham domestik tersebut dipicu oleh pengumuman resmi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi publik mengenai proposal penurunan klasifikasi atau downgrade pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Sentimen negatif ini memicu kepanikan investor hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 8 pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10), yang memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaktifkan penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit demi meredam gejolak.
Baca Juga: Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG, Penjelasan BEI: Tak Berarti Ada Pelanggaran
Merespons kegelisahan investor akibat anjloknya indeks tersebut, Friderica mengakui pasar saham domestik memang sempat mengalami volatilitas yang cukup tajam. Kendati demikian, regulator menegaskan bahwa langkah pembenahan sistem dan tata kelola bursa terus berjalan demi memperkokoh ekosistem keuangan.
"Dan hari ini kita semua melihat bagaimana hari Jumat kemarin pasar modal kita sedikit mengalami apa istilahnya, gonjang-ganjing atau apa ya gitu kalau istilahnya investor gitu. Tapi kita bisa sampaikan kepada semua yang mungkin di ruangan ini juga adalah investor bahwa saat ini reformasi di pasar modal terus kita laksanakan," kata dia."Perbaikan-perbaikan terus kita laksanakan, baik itu dari sisi integritas, keterbukaan, kemudian enforcement juga terus kita tegakkan. Kemudian bagaimana kita mengajak ya semakin banyak orang berinvestasi di pasar modal, dan seterusnya," imbuhnya.
Friderica meyakinkan, bahwa kinerja fundamental seluruh emiten yang tercatat di bursa domestik sesungguhnya masih menunjukkan pertumbuhan yang sangat sehat. Selain laba bersih korporasi yang mencatatkan kenaikan, tingkat valuasi saham Indonesia saat ini dinilai kian menarik bagi pemodal yang berorientasi jangka panjang.
"Jadi kalau kita melihat, kuartal kedua di 2026 laporannya kinerja emiten secara pendapatan dan juga laba juga mengalami peningkatan. Kemudian kalau kita lihat di struktur pasar modal kita, secara kapitalisasi pasar, kemudian jumlah emiten yang tercatat, kemudian P/E-nya (Price to Earnings ratio) saat ini sangat menarik," urai Friderica.
Sehingga katanya, secara modalitas pasar dalam negeri sangat kuat seturut fundamental ekonomi nasional yang solid. Atas dasar itu, sentimen negatif sebelumnya bisa terkikis dan investor bisa mempercayakan kapitalnya untuk tetap berinvestasi di Indonesia.
Dia menambahkan, soal regulator bersama pemangku kepentingan pasar modal bahkan terus bekerja ekstra sepanjang akhir pekan demi mengawal pemulihan kepercayaan publik.
"Saya dari hari Jumat, Sabtu, Minggu, sampai sekarang ini belum istirahat, Kiai. Jadi, tapi alhamdulillah karena saya ke sini semangat, karena banyak yang doanya ini mustajab di ruang ini. Jadi saya mohon doanya semua supaya didoakan, supaya semua kita bisa lalui dengan baik," tutur Friderica.










