Menag Tutup Kongres Syarikat Islam, Tegaskan Kembali Misi Dakwah Ekonomi dan Kemandirian Umat

Menag Tutup Kongres Syarikat Islam, Tegaskan Kembali Misi Dakwah Ekonomi dan Kemandirian Umat

Nasional | okezone | Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:00
share

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menutup Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).  Menteri Koperasi Ferry Juliantono terpilih sebagai Presiden Lajnah Tanfidyah Syarikat Islam dan Hamdan Zoelva sebagai Ketua Dewan Pusat atau Dewan Syuro SI.

Dalam sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh kader Syarikat Islam untuk menengok kembali sejarah panjang organisasi yang berakar dari Serikat Dagang Islam (SDI).

“Jika kita ingin melihat sejarah pergerakan nasional yang paling pertama, itu adalah Serikat Dagang Islam. Visi para pendahulu kita sangat jelas, bahwa jika ingin memerdekakan umat Islam, caranya adalah melalui penguatan ekonomi agar tidak menjadi kaum yang termarginalkan,” ujar Nasaruddin.

Presiden Lajnah Tanfidyah Syarikat Islam Ferry Juliantono mengatakan,  Koperasi Setia Boedi yang di dirikan oleh HOS sejak tahun 1913 adalah sebuah usaha besar yang menjadi landasan ekonomi yang di gagas untuk mengangkat ekonomi Ummat untuk mengejar ketertinggalan kaum Pribumi.

"Melalui sebuah perjuangan besar, Syarikat Islam bercita cita berjuang melawan ekonomi liberalistik, Kapitalistik dengan ekonomi konstitusi di bawah pimpinan Presiden prabowo. SI harus si garis depan melawan liberalistik, kapitalisme dengan mengembalikan ekonomi sesuai UUD sesuai cita cita pendiri bangsa,"ujar Ferry.

Menurutnya, kerja sama yang di gagas oleh Kementerian Koperasi dan kementerian Agama untuk membangun Koperasi di masjid masjid seluruh Indonesia sebagai pilot project adalah satu strategi mengangkat ekonomi Ummat.

Ferry melanjutkan, misi dakwah ekonomi yang menjadi salah satu agenda prioritas SI akan terus dilanjutkan dan dioptimalkan implementasinya.

Misi itu sejalan dengan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disiapkan sebagai instrumen pemerataan dan peningkatan ekonomi masyarakat hingga pelosok desa.

 

"Konsep kehadiran SI tidak sekadar mengurus perdagangan, tetapi memaknai ulang keadilan, keberkahan, dan solidaritas dalam menghadapi kapitalisme kolonial,” ujarnya.

‘’Mari bersama-sama kita bangun pergerakan kebangsaan yang menjadi modal besar kehidupan masyarakat bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya dengan cara pandang yang khas milik kita berlandaskan sebersih-bersih tauhid, ilmu pengetahuan, dan siyasah,"pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat Hamdan Zoelva mengatakan, cita cita perjuangan SI berikutnya adalah kembali ke DNA awal berdirinya SDI dengan mindset organisasi atau cara berpikir kembali sesuai DNA awal yang fokus pada program dakwah ekonomi.

Dia melanjutkan, metode dakwah membangun jiwa wira usaha dan menggunakan ekonomi sebagai lahan dakwah sebagaimana ulama zaman dahulu menyebarkan Islam.

‘’Dan contoh bagaimana kekuatan ekonomi pula seperti zaman Rasulullah bersama sahabat di era awal menyebarkan Islam," ujar Hamdan.

Topik Menarik