Dua Tahun Prabowo-Gibran, MUI Apresiasi Program Prorakyat
Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi kesempatan untuk melihat capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan bangsa. Apresiasi terhadap program pemerintah perlu berjalan beriringan dengan evaluasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan serta kondusivitas nasional.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengajak masyarakat menyikapi perjalanan pemerintahan secara positif tanpa mengabaikan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
"Indonesia mempunyai kultur budaya yang selalu mengingat-ingat yang baik dan juga mampu untuk menyesuaikan apa yang kurang-kurang itu kita bersama-sama untuk membenahinya," kata Marsudi.
Baca Juga: Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo, Bahlil: Golkar Tidak Mencla-mencle
Menurutnya, sejumlah program, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, penegakan hukum, pemberantasan oligarki, dan optimalisasi hilirisasi, diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, dukungan publik perlu disertai semangat bersama untuk memastikan pelaksanaannya semakin baik.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud"Yang tidak lain seperti MBG atau Sekolah Rakyat, itu semua antara lain program prorakyat. Tidak sekadar program yang sudah dijalankan, tetapi juga penegakan hukum dan optimalisasi hilirisasi, yang hasilnya nanti adalah semua untuk rakyat," ujarnya.
Ikhtiar Spiritual Atasi Karhutla
Dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Marsudi turut menekankan pentingnya ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan salat istisqa atau salat minta hujan. Ia berharap doa bersama tersebut menjadi bagian dari upaya memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan membantu mempercepat pemadaman kebakaran."Pendekatan spiritual seperti salat istisqa ini, insyaallah, mudah-mudahan Allah segera menurunkan hujan sehingga kebakaran bisa cepat selesai," katanya.
Marsyudi juga mengajak masyarakat mensyukuri kondisi Indonesia yang dinilainya masih aman dan nyaman selama dua tahun pemerintahan, sekaligus menjaga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan yang ada.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa Bareskrim Polri sedang menyidik 98 laporan polisi terkait karhutla yang berkaitan dengan korporasi. Penyidik masih mendalami perkara dan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab."Ada keterlibatan pihak asing, namun karena ini masih dalam proses penyidikan,” kata Suyudi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatan negara tetangga, ia menjawab, "Iya, ada negara tetangga."
Suyudi menegaskan bahwa proses penyidikan masih berlangsung dan penetapan tersangka akan dilakukan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang cukup. "Untuk itu, tentunya penyidik masih dalam upaya mengumpulkan alat-alat bukti, ya, sehingga dalam waktu yang dekat pastinya kita akan menetapkan para tersangka," ujar Suyudi.









