Gus Yaqut Dorong Konfrontir Saksi-Saksi Bongkar Penerima Fee Percepatan Haji

Gus Yaqut Dorong Konfrontir Saksi-Saksi Bongkar Penerima Fee Percepatan Haji

Nasional | sindonews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:31
share

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut berharap sidang kasus dugaan korupsi kuota haji dapat membuka secara terang pihak-pihak yang disebut menerima aliran uang atau fee percepatan dalam proses penyelenggaraan haji.

Gus Yaqut menyampaikan hal itu menjelang sidang yang menghadirkan saksi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Menurutnya, keterangan para saksi diharapkan semakin memperjelas tuduhan yang selama ini dialamatkan kepadanya.

"Ini akan mempertegas bahwa selama ini tuduhan-tuduhan terhadap saya bahwa saya menerima aliran uang, bahwa saya menerima sesuatu dari proses ini, itu tidak benar," kata Gus Yaqut sebelum sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Dia juga menyebut sebagian saksi disebut telah mencabut keterangan yang sebelumnya menjadi dasar tuduhan terhadap dirinya. Karena itu, Gus Yaqut berharap pengadilan memberikan ruang untuk mengungkap fakta secara objektif dan menghadirkan keadilan.

"Saya berharap pengadilan ini akan memberikan ruang keadilan yang sebenar-benarnya," ujarnya.

Minta Penerima Fee Bertanggung Jawab

Gus Yaqut menegaskan dirinya tidak berada pada posisi untuk menentukan siapa yang harus menjadi tersangka dalam perkara tersebut. Namun, dia berharap pihak yang terbukti menerima aliran uang, termasuk yang disebut sebagai fee percepatan, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya."Soal saksi yang belum jadi tersangka itu bukan ranah saya. Tapi tentu saja saya berharap bahwa mereka yang menerima aliran-aliran ini, yang menerima fee percepatan atau apa pun namanya, dia mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan," tuturnya.

Gus Yaqut mengingatkan bahwa sejak masih menjabat sebagai Menteri Agama, dirinya telah memberikan peringatan keras kepada jajaran di Kementerian Agama agar tidak bermain-main dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dia menilai haji merupakan ibadah yang sakral dan dinantikan umat Islam. Karena itu, menurutnya, tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan proses penyelenggaraan haji untuk kepentingan tertentu.

"Saya sudah pernah peringatkan ketika saya masih menjadi menteri waktu itu secara keras, bahkan dengan nada yang sangat marah, bahwa tidak boleh ada satu pun oknum, siapa pun di Kementerian Agama, bermain-main dengan haji ini," katanya.

Konfrontasi Dinilai Bisa Buka Tabir

Gus Yaqut juga menyoroti rencana menghadirkan kembali Rizky Faisal dalam agenda konfrontasi. Menurutnya, konfrontasi tersebut dapat menjadi momentum penting untuk menguji keterangan para pihak sekaligus membuka fakta yang selama ini belum sepenuhnya terungkap.

"Konfrontasi ini kesempatan sebenarnya untuk membuka tabir yang selama ini tertutupi, terbuka-bukanya, setransparan-transparannya," ujar Gus Yaqut.Dia berharap proses tersebut dapat memperlihatkan secara jelas siapa saja pihak yang menerima aliran uang dan siapa yang dianggap berlaku curang dalam proses penyelenggaraan haji.

"Terbuka secara jelas siapa pihak-pihak yang menerima dan siapa pihak-pihak yang berlaku curang terhadap proses haji ini," katanya.

Gus Yaqut berharap agenda konfrontasi nantinya mampu membuat seluruh persoalan dalam perkara tersebut menjadi terang-benderang. "Mudah-mudahan nanti ketika konfrontir semuanya benar-benar terang-benderang dan terbuka," ucapnya.

Meski kasus tersebut masih berproses di pengadilan, Gus Yaqut mengaku tetap optimistis keadilan akan ditegakkan. "Sangat yakin. Allah Maha Benar, Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dan saat ini kebenaran telah menemukan jalannya," katanya.

Kiai dan Ratusan Orang Beri Dukungan

Sejumlah kiai dan ratusan orang menghadiri persidangan Gus Yaqut di PN Jakarta Pusat. Beberapa kiai yang hadir antara lain Pengasuh Ponpes Roudlatut Tholibin Rembang KH. M. Syarofuddin Ismail Qoimaz, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Rembang ⁠KH. Abdul Ghofur Maimoen, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Doglo, Boyolali ⁠KH. Aunullah A'la Habib, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda in Sirampog, Brebes KH. Labib Shodiq Suhaimi, dan Pengasuh Fatayat NU DKI Jakarta Pusat KH. Ahmad Purwaji Al-Badawi.

Dia juga meminta para pendukung yang terus berdatangan mengikuti persidangan untuk tetap tenang. Menurut Gus Yaqut, kedatangan para kiai, bu nyai, tokoh nasional, santri, kader Ansor, hingga masyarakat lainnya bukan hasil koordinasi dari pihaknya.

Dia menyebut dukungan tersebut muncul secara sukarela sebagai bentuk kepedulian agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. "Mereka, ribuan orang dengan ikhlas datang karena ingin pengadilan ini berjalan sebagaimana mestinya," ujar Gus Yaqut.

Mantan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan dan doa, baik yang hadir langsung di persidangan maupun yang mengikuti perkara tersebut dari jauh.

Topik Menarik