Istana: Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sejak 2015
JAKARTA - Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) pada 2025 mencapai 77,89, menjadi angka tertinggi sejak pengukuran indeks tersebut dimulai pada 2015. Survei IKUB tersebut mengukur tiga dimensi utama, yakni toleransi dengan skor 88,82, kesetaraan 79,35, dan kebersamaan 65,49.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Syahganda Nainggolan mengatakan, peran agama dalam memperkuat persatuan nasional tercermin melalui upaya Kementerian Agama menjaga kerukunan antarumat beragama serta membangun kehidupan masyarakat yang toleran dan saling menghormati.
Syahganda juga menyoroti upaya Kemenag menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan pembentukan karakter dan integritas, khususnya untuk mendorong masyarakat menjauhi praktik korupsi.
“Telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi,” ujar Syahganda Nainggolan Selasa (20/10/2026).
Syahganda menegaskan, bahwa agama juga berperan dalam mendorong pembangunan manusia (human development) dan penguatan modal manusia (human capital), antara lain melalui pendidikan, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Agama juga berperan serta dalam memajukan human development, human capital, seperti pembelajaran jarak jauh, beasiswa, dan lain-lain,” kata Syahganda.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kemenag terus mendukung penguatan ekosistem pendidikan sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kementerian Agama sangat aktif untuk mendukung kegiatan-kegiatan ekosistem pendidikan yang seperti digagas oleh Bapak Presiden kita,"ujarnya.
"Kemudian juga untuk birokrasi yang bersih dan melayani, alhamdulillah Kementerian Agama juga beberapa kali mendapatkan penghargaan,”tutup Nasaruddin.










