Daftar Lengkap Kepala BNPB Sejak Era SBY hingga Prabowo, Nomor 3 Mantan Danjen Kopassus

Daftar Lengkap Kepala BNPB Sejak Era SBY hingga Prabowo, Nomor 3 Mantan Danjen Kopassus

Nasional | sindonews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:10
share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) punya kepala baru setelah Letjen TNI Kristomei Sianturi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 15 Oktober 2026. Kristomei menggantikan Letjen TNI Suharyanto.

Cikal bakal BNPB telah ada sejak era kemerdekaan pada tahun 1945. Kala itu, pemerintah membentuk Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Badan ini ada hingga 1966.

Seiring perkembangan, badan ini kemudian berganti nama menjadi Badan Pertimbangan Penanggulangan Bencana Alam Pusat (BP2BAP) pada 1966 - 1967, Tim Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam (TKP2BA) pada 1967 - 1979, Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam (Bakornas PBA) pada 1967 - 1979, Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB) pada 1979 - 1990, dan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Bakornas PBP) pada 2000-2005.

Setelah itu, pemerintah Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Bakornas PB). Setelah dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Daftar lengkap Kepala BNPB sejak 2008 hingga sekarang

1. Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsul Ma'arif, menjabat sejak 6 Mei 2008 hingga 7 September 2015. Artinya, Syamsul Ma'arif merupakan Kepala BNPB terlama, yakni sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

2. Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei, menjabat sejak 7 September 2015 hingga Januari 2019. Willem dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 92/P Tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.3. Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo, menjabat sejak Januari 2019 hingga 25 Mei 2021. Doni Monardo dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga: Breaking News! Doni Monardo Meninggal Dunia

Mantan Danjen Kopassus ini dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden No 5/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Doni Monardo meninggal dunia pada 3 Desember 2023 di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

4. Letnan Jenderal TNI (Purn) Ganip Warsito, menjabat sejak 25 Mei 2021 hingga 17 November 2021. Ganip dilantik Presiden Jokowi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 79/P Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang ditetapkan di Jakarta pada 24 Mei 2021.Ganip Warsito diangkat menjadi Kepala BNPB menggantikan Doni Monardo yang memasuki masa pensiun dari dinas TNI pada 1 Juni 2021.

5. Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menjabat sejak 17 November 2021 hingga 15 Oktober 2026. Pelantikan Suharyanto digelar berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 140/P Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang ditetapkan di Jakarta pada 16 November 2021.

6. Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menjabat sejak 15 Oktober 2026. Letjen Kristomei diangkat dan dilantik sebagai Kepala BNPB oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Baca Juga: Prabowo Resmi Lantik Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Setelah dilantik, mantan Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten, Kepala Pusat Penerangan TNI, dan Wakil Gubernur Akademi Militer tersebut menyatakan bakal memprioritaskan penanganan berbagai bencana yang tengah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Menurutnya, kompleksitas tantangan bencana membutuhkan langkah penanganan yang cepat dan terpadu.

"Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi," kata Kristomei.

Topik Menarik