Polemik Ijazah Gibran, Ahmad Ali: Masa Sekolah di Singapura dan Australia Kalah Integritasnya sama Indonesia?
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali buka suara menanggapi polemik pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kembali menjadi perdebatan publik. Dia berpendapat bahwa persoalan tersebut harus dilihat secara objektif dengan menghormati sistem pendidikan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
“Masa sekolah di Singapura dan Australia kalah integritasnya sama Indonesia? Tentu bukan begitu cara melihatnya. Setiap negara memiliki sistem pendidikan dan standar akademik masing-masing yang patut kita hormati. Perbedaan bentuk dokumen pendidikan tidak serta-merta menjadi alasan untuk meragukan kualitas maupun kredibilitas pendidikan seseorang,” ujar Ahmad Ali, Senin (19/10/2026).
Dia mengatakan bahwa Gibran telah menempuh pendidikan di Singapura dan Australia hingga jenjang perguruan tinggi serta menyatakan telah menyelesaikan pendidikan S1. Pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan surat penyetaraan pendidikan melalui kementerian yang berwenang sejak 2019.
Baca juga: Gibran Respons Survei Celios: Bagian dari Demokrasi Sekaligus Bahan Evaluasi
“Gibran bukan orang yang tidak berpendidikan. Ia telah menjalani proses pendidikan hingga perguruan tinggi di luar negeri. Negara kita pun memiliki mekanisme resmi untuk mengakui kesetaraan pendidikan tersebut. Kalau ada yang perlu diklarifikasi, selesaikan secara objektif melalui lembaga yang berwenang, bukan dengan asumsi,” ujarnya.Menurut Ahmad Ali, perbedaan sistem pendidikan antarnegara seharusnya dipahami sebagai bagian dari keberagaman standar akademik internasional, bukan dijadikan sumber polemik berkepanjangan.
Lihat video: IJAZAH GIBRAN TAK SETARA SMA HINGGA POLEMIK IJAZAH DIRINYA, Jokowi: Ada Operasi Politik
“Sudahlah, biarkan Gibran bekerja untuk Indonesia. Jangan abaikan perjalanan pendidikan yang telah ditempuhnya. Ia ingin mengabdi kepada negeri ini, hargai itu. Berikan kesempatan untuk membuktikan tanggung jawab dan pengabdiannya melalui kerja nyata bagi rakyat Indonesia,” pungkasnya.








