Pecahkan Rekor MURI! 61 Ribu Warga Kutai Timur Bersatu Satukan Tekad Lawan Narkoba

Pecahkan Rekor MURI! 61 Ribu Warga Kutai Timur Bersatu Satukan Tekad Lawan Narkoba

Nasional | sindonews | Senin, 19 Oktober 2026 - 18:58
share

Perang terhadap bahaya narkotika digemakan di berbagai daerah di Indonesia. Terbaru, di Kabupaten Kutai Timur, sebuah gerakan kolosal tercipta pada momentum peringatan hari jadi ke-27 daerah tersebut.

Sebanyak 61 ribu warga dari berbagai penjuru berkumpul menyatukan tekad. Pelajar tingkat dasar hingga menengah atas, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah, dan aparat kepolisian melebur menjadi satu kesatuan. Mereka kompak membacakan ikrar bersama untuk memerangi bahaya peredaran obat-obatan terlarang.

Pencapaian luar biasa yang menggabungkan kehadiran fisik dan virtual ini secara resmi diganjar penghargaan oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

“Pemerintah Kutai Timur bersama masyarakat dan khususnya para pelajar Kutai Timur siap untuk menyatakan perang terhadap narkotika,” kata Ardiansyah.

Diakuinya, masalah narkoba di Kutim membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lingkungan pendidikan diharapkan turut memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.“Kita tentu ingin menyiapkan generasi muda Kutim yang siap menyambut Generasi Emas 2045 nanti,” sebut mantan guru ini.

Kejadian bersejarah ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul massal. Kegiatan ini membawa ruh utama dari filosofi "Polisi Bersama Masyarakat" yang digelorakan oleh Kapolres Kutai Timur, AKBP Aryansyah.

Visi ini menitikberatkan pada kesadaran bahwa aparat penegak hukum tidak mungkin bekerja secara terisolasi. Kekuatan sesungguhnya dalam menumpas kejahatan narkotika terletak pada partisipasi aktif warga sipil sebagai pelindung keluarga masing-masing sekaligus pengawas lingkungan sekitar.

AKBP Aryansyah dalam pidatonya mengingatkan seluruh hadirin bahwa pencegahan barang haram membutuhkan energi kolektif. Kepolisian sangat membutuhkan uluran tangan dan dukungan (support) dari para guru, orang tua, dan generasi muda itu sendiri. Sinergi ini menjadi sebuah keharusan mutlak mengingat ancaman yang dihadapi bersama sangatlah mengkhawatirkan.

Fakta di lapangan membuktikan tingkat kerawanan wilayah tersebut. Selama periode bulan Januari hingga Oktober tahun 2026, gabungan kinerja Polres Kutai Timur, Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Timur, serta BNN Pusat berhasil menyita sekitar 109,2 kilogram sabu. Sebanyak 214 individu yang diduga kuat terlibat dalam jaringan kejahatan ini berhasil diringkus.Deretan angka ini menegaskan bahwa kejahatan perusak masa depan ini telah menyusup ke ruang-ruang privat. Oleh karena itu, sangat wajar jika polisi secara aktif merangkul warga untuk membangun sistem pertahanan berlapis dari tingkat Rukun Tetangga (RT).

Sebuah strategi komunikasi yang patut diacungi jempol terlihat saat pembacaan teks deklarasi. Panitia memilih menggunakan bahasa ibu, yakni bahasa Kutai, sebagai pengantar sumpah tersebut. Pemakaian dialek lokal ini sukses menanggalkan kesan kaku pada acara yang diprakarsai oleh institusi negara. Kalimat perlawanan terhadap sindikat narkoba terasa lebih personal dan menyentuh sanubari setiap penduduk asli maupun pendatang. Pendekatan kultural ini mempertebal rasa saling percaya antara masyarakat sipil dan korps kepolisian.

Langkah maju ini mendapat sokongan penuh dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Sang kepala daerah meminta seluruh pihak untuk menjaga nyala api semangat perlawanan ini. Ia menggarisbawahi bahwa piagam penghargaan MURI bukanlah sebuah garis finis. Aksi nyata yang terukur, edukasi yang konsisten, dan pengawasan tanpa henti adalah kunci utamanya. Ardiansyah secara tegas tidak ingin perhelatan raksasa tersebut berakhir sebagai catatan seremonial belaka.

Gerakan 61 ribu suara di Sangatta ini menjadi bukti autentik bahwa program "Polisi Bersama Masyarakat" mampu menyatukan seluruh elemen akar rumput. Dengan hilangnya sekat pembatas antara penegak hukum dan rakyat biasa, ruang gerak peredaran gelap akan semakin menyempit. Kemitraan strategis ini menjadi modal berharga bagi Kutai Timur untuk melahirkan generasi yang sehat dan tangguh demi menyambut era keemasan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Topik Menarik