Jakarta Diselimuti Kabut Asap Karhutla, Warga Lansia Resah, Takut Keluar Rumah

Jakarta Diselimuti Kabut Asap Karhutla, Warga Lansia Resah, Takut Keluar Rumah

Nasional | sindonews | Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:35
share

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tertiup angin hingga masuk dan menyelimuti wilayah DKI Jakarta menuai keresahan masyarakat. Sejumlah warga lanjut usia (lansia) di Ibu Kota mengaku cemas lantaran kualitas udara yang memburuk mulai mengganggu aktivitas fisik di luar ruangan.

Pasalnya mengutip, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari-9, sebaran asap terpantau sudah memasuki sejumlah wilayah Jakarta hingga Jawa Barat, pada Jumat 16 Oktober 2026.

Baca juga: BMKG Sebut Asap Karhutla Terdeteksi Telah Sampai Jakarta

Lina (65), seorang warga Jakarta, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi udara Jakarta yang mulai memburuk. Dia menyebut walaupun polusi ibu kota juga disumbang oleh faktor lain, namun kiriman asap Karhutla membuat suasana kian mengkhawatirkan.

"Terganggu. Sebetulnya sih ya jadi was-was juga ya mau keluar. Apalagi di atas usia 65 itu kan tentunya ya harus lebih waspada," ujar Lina pada saat menjalankan aktivitas olahraga Car Free Day (CFD) di Semanggi Minggu, (18/10/2026).

Lina menyebut menyikapi sebaran asap karhutla yang telah sampai di Jakarta, dirinya kini selalu menggunakan masker saat bepergian keluar rumah untuk mengantisipasi dampak polusi udara tersebut.

Baca juga: BMKG: Asap Karhutla Sempat Terpantau di Jabodetabek, Kini Sudah Menjauh

"Ya kalau diantisipasinya ya kita pakai masker aja sih," terangnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Hani (64). Sebagai seorang pensiunan yang rutin berolahraga di luar ruangan. Ia merasa sangat dirugikan karena pasokan oksigen bersih yang dihirupnya tercemar polusi asap. Ditambah lagi, dia sangat terganggu dan khawatir terhadap ancaman kesehatan dirinya, apabila tidak ada langkah penanganan yang konkret untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

"Saya merasa juga terganggu juga. Karena kan yang udara yang saya hirup berarti udara yang bukan oksigen murni. Saya kecewa aja kenapa akhirnya dampak asapnya jauh bisa sampai Jakarta. Walaupun sampai atmosfer ya," katanya.

"Sangat, sangat terganggu. Kan saya sebagai lansia menghirup udara kotor tuh buat saya takut mengganggu kesehatan," sambungnya.

Dia berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih sigap menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap timbulnya karhutla di berbagai daerah.

"Ya, semoga cepat kelar karena berpengaruh buat saya yang ber-kegiatan di luar," harapnya. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta masyarakat tetap tenang menyikapi asap karhutla yang terdeteksi memasuki wilayah Jakarta. Dia juga mengingatkan warga menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap dan potensi penularan penyakit.

“Yang pasti kita nggak boleh panik. Ini situasi memang alam sedang seperti ini,” kata Rano, Sabtu (17/10/2026). Rano turut menyinggung penggunaan teknologi water mist atau penyemprotan air untuk membantu mengendalikan partikel di udara. Metode tersebut sebelumnya pernah digunakan ketika abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masuk ke Jakarta.

Menurutnta, water mist dapat menjadi salah satu langkah pengendalian kualitas udara. Namun, upaya tersebut bukan satu-satunya solusi untuk menghadapi kondisi udara saat ini.

“Waktu itu kita bikin apa tuh yang semprot air itu? Water mist? Itu salah satu juga, bukan satu-satunya. Salah satunya untuk mengendalikan di beberapa wilayah,” tandasnya.

Topik Menarik