Bicara Perang, Prabowo: Kini Tak Perlu Kirim Pasukan, Rusak dengan Sosmed

Bicara Perang, Prabowo: Kini Tak Perlu Kirim Pasukan, Rusak dengan Sosmed

Nasional | sindonews | Jum'at, 18 September 2026 - 22:32
share

Presiden Prabowo Subianto menyinggung bentuk perang di era saat ini yang tidak selalu dilakukan dengan mengirim pasukan. Prabowo menyebut salah satu caranya yakni merusak media sosial dengan informasi yang tidak benar.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Prabowo awalnya mengingatkan demokrasi dapat dibajak dan dibeli oleh pihak yang memiliki kekuatan ekonomi besar dan uang yang diperoleh dengan cara tidak halal.

Baca juga: Di HUT ke-28 PAN, Prabowo: Saya Hadir di Tengah-tengah Kawan Seperjuangan yang Setia

“Saudara-saudara, tapi kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli. Oleh mereka-mereka yang punya kekuatan ekonomi besar, mereka-mereka yang punya uang banyak, dan terutama mereka-mereka yang uangnya didapat dengan cara tidak halal,” katanya.Prabowo kemudian menyinggung penggunaan algoritma, buzzer, dan robot untuk memengaruhi masyarakat melalui media sosial.

Lihat video: Pasang Target Besar pada Pemilu 2029, Zulhas: Insyaallah Pan Masuk 4 Besar

“Dengan uang, mereka memelihara, apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot, anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak. Coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah rakyat kita tidak bodoh,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menjadi bahaya yang juga dialami banyak negara. Dia menyebut praktik tersebut sebagai bagian dari perang.

“Tapi ini, ini bahaya yang dialami banyak negara. Jadi ini adalah termasuk perang. Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak. Pertama dia rusak dengan sosmed-sosmed yang nggak bener,” paparnya.

Topik Menarik