Sosialisasi Pengelolaan Limbah, UMB Hadirkan Poster Edukatif di SLBN 6 Jakarta
Program pengelolaan limbah di sekolah begitu penting, tidak sekadar fasilitas dan kegiatan rutin. Untuk itu dibutuhkan informasi tepat yang mendorong partisipasi siswa sekolah.
Hal ini yang menjadi perhatian tim dosen Universitas Mercu Buana (UMB) mengembangkan enam poster edukatif untuk memperkuat sosialisasi program lingkungan di SLB Negeri 6 Jakarta.
Baca juga: Kampus Vokasi Dilibatkan dalam Proses Pengolahan Limbah
Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada April hingga Juni 2026 berangkat dari temuan bahwa kegiatan pengumpulan botol plastik bekas, minyak jelantah, dan pembuatan eco-enzyme di sekolah belum didukung media sosialisasi yang memadai. Akibatnya, sebagian guru dan orang tua murid masih lupa atau belum mengetahui jadwal kegiatan.
Ketua tim pelaksana Octavianus Bramantha mengatakan, komunikasi yang efektif diperlukan agar program lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama. “Persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan dengan menjalankan program pengolahan limbah. Informasi mengenai cara, jadwal, dan manfaat kegiatan juga harus disampaikan secara efektif agar seluruh warga sekolah dapat terlibat. Melalui desain komunikasi visual, kami ingin menjadikan poster bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan media edukasi yang membantu membangun kebiasaan peduli lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Octavianus, Minggu (18/10/2026).
Bersama Wilsa Pratiwi, Nandang Wahyu Setia Abdi Buana, Octavianus merancang enam poster yang terdiri atas materi tutorial, informasi jadwal pengumpulan limbah, dan pesan motivasional. Poster menggunakan ilustrasi, warna cerah, serta bahasa sederhana agar lebih mudah dipahami siswa, guru, dan orang tua murid.
Salah satu poster menjelaskan cara pembuatan eco-enzyme dari sisa bahan organik, sedangkan poster lainnya menginformasikan pengumpulan botol bekas dan minyak jelantah. Materi visual juga memperlihatkan potensi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna seperti kerajinan dan lilin.
Pengembangan poster di SLBN 6 Jakarta juga memperlihatkan pentingnya menyesuaikan komunikasi dengan karakteristik audiens. Pesan efektif bukan hanya pesan yang memuat informasi lengkap, melainkan juga yang dapat dikenali, dipahami, dan digunakan oleh penerimanya.
Karena itu, tim menggunakan ilustrasi bergaya komik pada sejumlah poster dengan warna cerah dan judul berukuran besar agar menarik perhatian. Bahasa yang sederhana dipilih untuk membantu penyampaian pesan, sementara visual berfungsi memperjelas informasi yang disampaikan melalui tulisan. Poster-poster tersebut menggunakan ilustrasi, foto, warna, dan bahasa sederhana agar pesan dapat dipahami oleh beragam kelompok pembaca, termasuk siswa, guru, dan orang tua murid. Seluruh desain dicetak dalam ukuran A2 dan dipasang di sejumlah lokasi strategis di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual UMB Fachri Ihsan Firdaus dan Raynald Wahyu Agustian dalam proses pembuatan desain.
Bagi Universitas Mercu Buana, kegiatan ini merupakan penerapan keahlian desain komunikasi visual dalam pengabdian kepada masyarakat. Dua mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Fachri Ihsan Firdaus dan Raynald Wahyu Agustian, turut membantu proses pembuatan desain poster.










