Bantuan Listrik Gratis di Jabar Sasar 25 Ribu Rumah Tangga, 12.327 Sudah Menyala

Bantuan Listrik Gratis di Jabar Sasar 25 Ribu Rumah Tangga, 12.327 Sudah Menyala

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 12:48
share

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 25.000 rumah tangga di Jawa Barat (Jabar) memperoleh Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada 2026. Dari alokasi tersebut, sebanyak 12.327 rumah tangga telah menikmati aliran listrik.

Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Bersamaan dengan penyaluran bantuan, pemerintah memperkuat jaringan melalui program Listrik Desa (Lisdes) untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pasokan.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia meninjau, pelaksanaan kedua program itu di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10/2026). Ia memastikan bantuan menjangkau warga sekaligus memeriksa perbaikan infrastruktur kelistrikan setempat.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan CNG Pengganti LPG, Bahlil: Harga Lebih Murah hingga 40Alokasi BPBL Jawa Barat tahun ini meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 15.831 rumah tangga. Pada 2027, sasaran penerima diproyeksikan kembali bertambah menjadi 30.000 rumah tangga.

Perluasan bantuan tersebut didukung sistem kelistrikan Jawa Barat dengan cadangan daya mencapai 5.184 megawatt. Ketersediaan pasokan menjadi penopang upaya menghadirkan sambungan bagi masyarakat yang belum terlayani secara mandiri.

Di Kabupaten Karawang, target BPBL pada tahun anggaran 2026 ditetapkan sebanyak 683 rumah tangga. Sebanyak 299 rumah telah menyala, sementara 360 lainnya selesai dipasangi instalasi dan menunggu proses penyalaan.

Adapun 24 rumah tangga masih menjalani pemasangan instalasi. Penyaluran tersebut melanjutkan program tahun sebelumnya yang menjangkau 915 rumah tangga di Karawang. Baca Juga: Bensin Wajib Campur Etanol 10 Mulai 2027, Bahlil Ajak Pengusaha Tanam Singkong

Khusus Kecamatan Cilamaya Wetan, bantuan dialokasikan untuk 52 rumah tangga. Perinciannya, tujuh rumah telah menyala, 41 menunggu penyalaan, dan empat masih dalam proses pemasangan.

BPBL membantu mengatasi hambatan biaya penyambungan awal yang mencapai sekitar Rp2 juta. Kendala tersebut membuat sebagian keluarga berpenghasilan rendah masih bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangga.Penerima bantuan mendapatkan instalasi listrik rumah secara gratis berupa tiga titik lampu, satu sakelar ganda, satu sakelar tunggal, satu kotak kontak, serta sistem pembumian.

Fasilitas lainnya mencakup pengujian dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan baru PLN berdaya 900 VA, serta token listrik perdana Rp100.000. Bantuan ini memberikan kesempatan bagi penerima untuk mempunyai sambungan sendiri.

Selain pemasangan baru, persoalan kualitas pasokan juga menjadi perhatian di Desa Muara Baru. Bahlil mengatakan, wilayah tersebut sebelumnya telah teraliri listrik, tetapi masih menghadapi tegangan rendah.

“Dulu wilayah Desa Muara Baru ini sudah ada listrik, tetapi tegangannya rendah sehingga arus yang masuk tidak maksimal. Melalui program Listrik Desa, kita lakukan penguatan infrastruktur kelistrikan agar pasokan daya menjadi lebih kuat dan optimal. Pemerintah memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA serta menambah tiang-tiang listrik baru,” ujar Bahlil.

Di desa tersebut, dukungan Lisdes tahun anggaran 2025 telah memberikan akses kelistrikan langsung kepada 93 rumah tangga.

Bahlil menegaskan, keterbatasan akses listrik masih ditemukan di Pulau Jawa, selain wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Secara nasional, menurutnya, sekitar 11.000 desa serta jutaan rumah tangga masih membutuhkan intervensi program kelistrikan.

“Program BPBL difokuskan untuk bantuan sambungan rumah tangga, sedangkan program Listrik Desa diperuntukkan bagi desa yang belum memiliki jaringan listrik sama sekali. Secara bertahap dan agresif, Pemerintah akan terus menaikkan target sasaran setiap tahunnya demi memastikan seluruh masyarakat Indonesia menikmati terang listrik yang layak,” pungkas Bahlil.

Topik Menarik