PortrAI Ubah Assessment Center Jadi Lebih Dinamis dan Efisien
Daya Dimensi Indonesia, bagian dari Dayalima Group, memperkenalkan PortrAI, pendekatan Assessment Center berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memperkaya bukti perilaku (behavioral evidence) dan meningkatkan efisiensi penilaian talenta di tengah perubahan dunia kerja. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu organisasi mengambil keputusan terkait pengembangan, promosi, hingga penyiapan calon pemimpin secara lebih relevan dengan kebutuhan bisnis.
“Assessment untuk memilih orang yang tepat untuk memimpin merupakan bagian dari mitigasi risiko. Karena itu, kita membutuhkan tools yang relevan, tetapi tetap menjaga prinsip mengenai apa yang harus diukur dan bagaimana evidence tersebut dipertanggungjawabkan,” ujar Co-Founder Daya Dimensi Indonesia Vina G Pendit dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga:Untuk Pertama Kalinya, Suara AI Berpidato di Majelis Tinggi Parlemen Inggris
PortrAI diperkenalkan melalui forum bertajuk “From Talent Decisions to Business Performance”. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin sumber daya manusia (SDM) untuk membahas perkembangan Assessment Center dan kebutuhan organisasi dalam mengukur kesiapan talenta menghadapi dunia kerja yang semakin dipengaruhi AI.
PortrAI dikembangkan untuk menghadirkan simulasi kerja yang lebih dinamis dan interaktif, sehingga respons peserta dapat berkembang berdasarkan perilaku dan keputusan yang diambil selama proses penilaian. Pendekatan ini memungkinkan terbentuknya jejak perilaku yang dapat menjadi bahan pertimbangan asesor dalam mengevaluasi kemampuan, pertimbangan, dan pemanfaatan teknologi oleh peserta.
Teknologi AI juga membantu mengorganisasi dan menganalisis informasi dalam skala lebih besar serta menyajikannya secara terstruktur. Dengan demikian, digitalisasi Assessment Center tidak hanya memindahkan proses manual ke platform digital, tetapi juga berpotensi mempersingkat proses penilaian dan memperkaya bukti yang digunakan dalam pengambilan keputusan.Meski demikian, Head of Future of Work Daya Dimensi Indonesia Dr. Maharani Syahratu Kertapati menegaskan bahwa kemampuan teknologi tidak serta-merta menjamin validitas hasil penilaian.“AI dapat melakukan banyak hal dalam proses assessment, tetapi capability tidak sama dengan validity. Pertanyaan utamanya bukan hanya apakah teknologi mampu melakukan sesuatu, melainkan apakah penggunaannya tepat secara ilmiah untuk tujuan assessment dan dapat dipertanggungjawabkan dalam keputusan yang dihasilkan,” ujarnya.
Baca Juga:IMF: Tanpa AI, Perdagangan Global Hanya Tumbuh Loyo 4,6 Persen
Dalam pendekatan tersebut, AI membantu menghasilkan dan mengorganisasi bukti perilaku, sedangkan interpretasi dan keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab asesor manusia. Prinsip validitas ilmiah, relevansi dengan pekerjaan, keadilan, dan akuntabilitas tetap menjadi fondasi agar hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan.
IHSG Diproyeksi Uji Kembali Rentang 6.290-6.370, Analisa Saham BRMS hingga INCO Bisa Dicermati
PortrAI ditujukan bagi organisasi yang membutuhkan informasi mengenai kesiapan talenta untuk menghadapi tuntutan kerja yang semakin kompleks, termasuk untuk identifikasi talenta, penilaian kepemimpinan, promosi, dan suksesi. Pengembangan solusi tersebut melanjutkan pengalaman Daya Dimensi Indonesia selama 28 tahun di bidang ilmu perilaku manusia, manajemen talenta, dan asesmen, dengan menempatkan teknologi sebagai pendukung tanpa menghilangkan peran manusia dalam menentukan keputusan.









