Makin Bersaing, 80 Persen Produk Lokal Sudah Masuk Ritel Modern
JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengklaim bahwa 80 persen produk lokal, termasuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), telah masuk ke jaringan ritel modern. Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa produk dalam negeri semakin memiliki daya saing di pasar domestik.
Budi mengatakan bahwa capaian tersebut diperoleh berdasarkan informasi dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Menurutnya, besarnya pasar domestik menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk terus memperluas pemasaran produknya.
"Produk UMKM kita, produk lokal kita itu sudah 80 persen ada di ritel modern ya. Ini karena memang produk Bapak Ibu mempunyai daya saing," ujar Budi dalam acara Trade Expo Indonesia (TEI), Kamis (15/10/2026).
Pemerintah sebelumnya pernah menerapkan aturan yang mewajibkan minimarket menyediakan sedikitnya 30 persen produk UMKM. Namun, ketentuan tersebut mendapat sorotan karena dinilai berkaitan dengan aturan perdagangan internasional.
Peringatan Horor Bos JPMorgan, American Dream Terancam Pudar Akibat Bom Waktu USD10 Triliun
Budi menyebutkan bahwa pemerintah kini mengubah pendekatan tersebut dengan mengedepankan pola kemitraan antara pelaku UMKM dan pengelola ritel modern. Melalui skema ini, produk UMKM dituntut mampu bersaing dari sisi kualitas dan daya tarik, bukan sekadar mengandalkan kewajiban yang ditetapkan pemerintah.
"Sekarang polanya kita ubah, pola kemitraan. Tapi, pola kemitraan ini memang menuntut UMKM untuk bekerja keras. Kalau dulu itu 30 persen wajib, seolah-olah wajib, ya. Wajib itu artinya mau tidak mau harus masuk, seolah-olah meskipun produknya tidak bagus, tetap harus masuk karena kewajiban," jelasnya.
Budi menilai bahwa pendekatan berbasis kemitraan dan persaingan tersebut justru mampu mendorong semakin banyak produk lokal masuk ke jaringan ritel modern.
Di sisi lain, ia mengingatkan pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar.
"Sekarang era digital ya, Bapak Ibu harus bisa memanfaatkan ini dengan baik. Sekarang eranya discovery commerce, jadi produk Bapaklah yang akan dicari. Jadi, Bapak Ibu sebenarnya bisa memanfaatkan teknologi digital dengan baik. Dengan begitu, produk-produk tersebut akan lebih mudah diminati oleh konsumen," katanya.








