Prabowo Minta Semua Sumber Daya Dikerahkan untuk Percepat Penanganan Karhutla

Prabowo Minta Semua Sumber Daya Dikerahkan untuk Percepat Penanganan Karhutla

Nasional | sindonews | Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:00
share

Agen federal Amerika Serikat (AS) telah menggeledah rumah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ilhan Omar di Washington, D.C, pada Senin pagi waktu setempat. Politisi Partai Demokrat asal Minnesota ini dikenal sebagai pengkritik keras Presiden Donald Trump.

Departemen Kehakiman menyatakan dalam sebuah pernyataan kepada NPR, Selasa (13/10/2026), bahwa agen-agen dari Homeland Security Investigations (HSI) atau Investigasi Keamanan Dalam Negeri melaksanakan surat perintah penggeledahan yang telah disahkan secara hukum.

Baca Juga: Ini Perlawanan Ilhan Omar setelah Diintimidasi Presiden Trump Berulang Kali

"Surat perintah tersebut disetujui oleh Departemen Kehakiman dan merupakan bagian dari penyelidikan federal yang sedang berlangsung," kata badan federal tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan penyelidikan.

Rincian mengenai penyelidikan ini dikonfirmasi oleh pejabat federal yang masih menjabat maupun mantan pejabat yang mengetahui perihal penggeledahan tersebut, namun tidak memiliki wewenang untuk berbicara kepada publik.

Seorang pejabat yang masih menjabat mengatakan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang telah berlangsung selama beberapa tahun dan mencakup laporan dari whistleblower (pelapor pelanggaran). Seorang mantan pejabat, yang sebelumnya telah mendapatkan informasi mengenai masalah ini, mengatakan bahwa penyelidikan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan imigrasi.Ilhan Omar mengkritik keras penggeledahan rumahnya. "Jangan salah sangka: ini adalah upaya untuk menargetkan lawan politik dan menjadikan penegak hukum federal sebagai senjata," tulis Omar di media sosial. "Saya tidak akan dibungkam," imbuh dia.

Beberapa agen HSI terlihat berjalan di dekat dan di sekitar rumah Omar pada hari Senin. Jackie Rogers, juru bicara anggota Kongres tersebut, menyebut penggeledahan itu sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang keterlaluan dan eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam penggunaan penegak hukum federal sebagai senjata untuk menargetkan lawan politik.

Jackson (79), yang tinggal di seberang jalan dari rumah Ilhan Omar, mengatakan bahwa agen-agen federal membangunkannya sekitar pukul 04.30 pagi pada hari Senin.

"Saya terbangun karena suara dentuman keras," ujar Jackson. "Mereka ada di sini dengan truk yang sangat besar."

Penggeledahan tersebut dilakukan menjelang pemilu sela bulan depan, di mana Ilhan Omar mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR.

Wakil Presiden AS J.D. Vance sebelumnya menuduh Ilhan Omar melakukan penipuan imigrasi—tuduhan yang dibantah oleh politisi perempuan Muslim tersebut.

Topik Menarik