Dukung Ekonomi Lokal Lombok, Pertamina Patra Niaga Hadirkan Galeri Mina Tenun

Dukung Ekonomi Lokal Lombok, Pertamina Patra Niaga Hadirkan Galeri Mina Tenun

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 20:15
share

PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) memberdayakan perempuan penenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Galeri Mina Tenun untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas akses air bersih. Program tersebut mengintegrasikan pengembangan usaha tenun tradisional dengan pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi atas kebutuhan dasar masyarakat setempat.

"Melalui Galeri Mina Tenun, kami berupaya membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi perempuan penenun, sekaligus mengembangkan potensi lokal melalui inovasi yang mengintegrasikan budaya dan energi terbarukan. Kami ingin perempuan penenun memiliki peluang untuk meningkatkan penghasilan dan membangun kemandirian ekonomi, sementara masyarakat juga dapat merasakan manfaat program dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui dukungan akses air bersih," ujar VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati dalam keterangan pers Jumat (9/10/2026).

Baca Juga:Pertamina Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Jelajahi Wisata dan Kuliner Lombok

Dian menjelaskan, program tersebut berangkat dari tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat Desa Sukarara, termasuk keterbatasan kesempatan kerja bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Di sisi lain, perempuan yang menggantungkan penghasilan dari menenun masih menghadapi kendala permodalan, rendahnya nilai jual produk, serta ketergantungan pada pengepul. Sebelum program berjalan, sebagian penenun hanya menerima upah sekitar Rp25.000 per lembar kain dan harus menunggu produk terjual untuk memperoleh pembayaran.

Melalui Galeri Mina Tenun, para penenun mendapatkan akses bahan baku, pengembangan motif, dan alat tenun gedogan untuk mendukung produksi. Galeri tersebut juga membantu pemasaran dan mempercepat penjualan, sekaligus memberikan kepastian pembayaran setelah kain selesai diproduksi. Dengan skema itu, penghasilan penenun dapat mencapai minimal sekitar Rp750.000 per lembar setelah memperhitungkan modal kain, sehingga diharapkan memperkuat pendapatan keluarga dan kemandirian ekonomi perempuan.

Selain meningkatkan nilai ekonomi produk tenun, Pertamina Patra Niaga AFT BIL mengembangkan inovasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kekeringan di sejumlah wilayah NTB menyebabkan sebagian rumah tangga menghadapi keterbatasan pasokan air dan harus mencari sumber alternatif atau membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.Baca Juga:38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Akses Pasar Lewat INACRAFT 2026

Untuk mengatasi persoalan tersebut, program Mina Tenun mengembangkan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi agar gerakan mekanis saat menenun dapat menghasilkan energi listrik. Energi itu dimanfaatkan untuk mendukung pengoperasian pompa air dan sistem filtrasi, dengan dukungan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga.

Dian mengatakan inovasi tersebut dirancang agar kegiatan ekonomi berbasis budaya lokal dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Melalui integrasi pemberdayaan perempuan, pelestarian tradisi menenun, dan pemanfaatan energi bersih, Galeri Mina Tenun diharapkan menjadi model inovasi sosial yang mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih secara berkelanjutan.

Topik Menarik