Belanja Negara Tembus Rp2.660 Triliun per September 2026, Melonjak 19
Realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun hingga akhir September 2026 setara dengan 69,2 dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun. Nilai tersebut meningkat 19 secara tahunan berbalik dari kontraksi 0,8 pada periode sama tahun sebelumnya.
"Ada sedikit peningkatan menuju November-Desember," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga:APBN September 2026 Tekor Rp319 Triliun, Menkeu Suahasil: Sejak Awal Didesain Defisit
Suahasil optimistis realisasi belanja negara akan terus meningkat menjelang akhir tahun seiring percepatan penyerapan anggaran. Hingga akhir Agustus 2026, belanja negara tercatat sebesar Rp2.295,7 triliun atau sekitar 59,7 dari pagu APBN, sehingga terjadi penambahan realisasi sekitar Rp364,8 triliun sepanjang September.
Berdasarkan komponennya belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp1.069,4 triliun atau 70,8 dari target, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 33,5. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan penyerapan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah pusat.Baca Juga:Kebijakan Tarif Gagal, Defisit Dagang AS Tembus Level Tertinggi dalam 17 Bulan
Sementara itu, belanja non-kementerian/lembaga terealisasi sebesar Rp991,9 triliun atau 60,5 dari target, tumbuh 25,7 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Adapun transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp599,2 triliun atau 86,5 dari pagu anggaran. Meski memiliki tingkat penyerapan tertinggi di antara komponen belanja yang disebutkan, realisasi TKD mengalami kontraksi 7,1 secara tahunan, berbalik dari pertumbuhan 1,5 pada September 2025.









