Petenis Indonesia Janice Tjen Jadi Pasangan Venus Williams di Guangzhou Open 2026
MNC Sekuritas mengajak generasi muda mulai mengalokasikan sebagian penghasilan untuk investasi tanpa harus menghilangkan kebutuhan melakukan self-reward. Edukasi tersebut disampaikan dalam rangkaian iNews Campus Connect 2026 hari kedua di Universitas Tarumanagara (Untar), Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Head of Product Management Community and Partnership MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan anak muda perlu menyeimbangkan kebutuhan menikmati hasil kerja saat ini dengan persiapan keuangan untuk masa depan.
"Menahan desire today untuk benefit the future," ujar Luqman dalam sesi "Next Gen Playbook: Money, Tech, Creator, Future" bagian dari rangkaian Moneyfestasi, Creatorverse, dan Autotech.
Baca Juga:MNC Sekuritas Dukung Peningkatan Literasi Investasi Peserta Dana Pensiun Universitas Trisakti
Menurut Luqman, self-reward bukan hal yang keliru selama dilakukan dengan porsi yang terukur. Ia mencontohkan kebiasaan membeli minuman yang sedang digemari anak muda sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. "Beli matcha enggak ada yang salah," katanya.Namun, Luqman mengingatkan agar investasi tidak dilakukan hanya dengan mengandalkan uang yang tersisa setelah seluruh kebutuhan dan keinginan terpenuhi. "Hal yang untuk diinvestasikan jangan sebagai residual atau jangan sebagai sisa," ujarnya.
Ia menyarankan anak muda menentukan alokasi investasi sejak awal menerima penghasilan. Sebagai ilustrasi, seseorang yang memperoleh uang Rp20 juta per bulan dari orang tua dapat menyisihkan 10 untuk investasi, sementara sebagian lainnya digunakan untuk kebutuhan pribadi dan self-reward. "Walaupun nanti 20-nya dibuat self-reward, itu enggak masalah. Yang penting start dari sekarang, mau porsinya 10, 20, 30, it’s up to your judgment," tutur Luqman.
Baca Juga:Daftar dan Ikuti Webinar 'Beli Saham Syariah' bersama BEI dan MNC Sekuritas
Luqman menambahkan investasi berkaitan erat dengan waktu. Karena itu, semakin dini seseorang mulai berinvestasi, semakin panjang waktu yang dimiliki untuk mengembangkan aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding.
"Mumpung masih muda, kita harus start investasi," kata Luqman. Ia menegaskan, investasi tetap dapat dimulai ketika seseorang berusia lebih tua, meskipun waktu untuk mengembangkan dana menjadi lebih terbatas.










