Rp1,4 Triliun Terancam Sia-sia? Pemain Ini Bisa Tergusur dari Skuad Arsenal

Rp1,4 Triliun Terancam Sia-sia? Pemain Ini Bisa Tergusur dari Skuad Arsenal

Olahraga | inews | Rabu, 30 September 2026 - 16:24
share

LONDON, iNews.id - Martin Zubimendi menghadapi persaingan semakin berat di lini tengah Arsenal. Myles Lewis-Skelly menjadikan posisi tersebut sebagai panggungnya.

Arsenal memiliki kedalaman skuad yang semakin kuat setelah melakukan sejumlah perubahan besar sejak akhir musim lalu. Namun, bertambahnya pilihan di lini tengah justru menciptakan persoalan baru bagi Mikel Arteta, terutama untuk menentukan posisi Martin Zubimendi.

Arsenal merupakan juara bertahan Premier League setelah musim lalu mengalahkan Manchester City dalam persaingan menuju gelar dengan keunggulan tujuh poin. Setelah kesuksesan tersebut, The Gunners kembali bergerak agresif di bursa transfer dengan mendatangkan Christos Tzolis, Bruno Guimaraes, dan Ezri Konsa.

Kedatangan para pemain tersebut membuat Arteta memiliki lebih banyak opsi. Namun, perubahan tidak hanya terjadi melalui aktivitas transfer karena perkembangan pemain muda Arsenal ikut mengubah komposisi skuad.

Nama Myles Lewis-Skelly menjadi salah satu faktor terbesar dalam perubahan tersebut. Pemain jebolan akademi Hale End itu awalnya lebih sering berperan sebagai opsi pelapis di posisi bek kiri.

Situasi berubah ketika Arsenal membutuhkan tambahan tenaga saat mengejar gelar Premier League musim lalu. Arteta kemudian memasukkan Lewis-Skelly ke lini tengah bersama Declan Rice.

Lewis-Skelly Bikin Persaingan Lini Tengah Memanas

Keputusan tersebut memberikan dampak besar. Lewis-Skelly mampu tampil meyakinkan di lini tengah dan kemudian mempertahankan tempatnya di tim utama.

Performa pemain yang saat itu masih berusia 19 tahun tersebut bahkan membuat dia dipercaya tampil sebagai starter dalam final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Arsenal memang mengalami kekalahan dalam pertandingan tersebut, tetapi Lewis-Skelly menunjukkan kemampuan bermain di level tertinggi.

Kondisi itu membuat keputusan Arsenal mendatangkan Bruno Guimaraes menjadi semakin menarik. Namun, ketika gelandang asal Brasil tersebut tersedia dan bersedia bergabung, Arsenal tetap tidak melewatkan kesempatan untuk merekrutnya.

Memasuki musim baru, Lewis-Skelly masih menjadi pilihan utama di lini tengah. Kondisi tersebut membuat Guimaraes harus menunggu kesempatan untuk mendapatkan tempat reguler.

Performa Lewis-Skelly juga membawanya kembali ke Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel. Pemain yang kini berusia 20 tahun tersebut dipercaya tampil sebagai gelandang tengah saat Inggris menghadapi juara dunia Spanyol dan Czechia.

Meski Inggris kalah dari Spanyol di Wembley, penampilan Lewis-Skelly mendapat perhatian karena dia mampu menunjukkan kualitasnya di lini tengah. Pada pertandingan tersebut, salah satu pemain Arsenal justru tidak mendapatkan kesempatan bermain.

Pemain yang dimaksud adalah Martin Zubimendi. Gelandang asal Spanyol itu sebelumnya didatangkan Arsenal dengan nilai transfer 60 juta pounds atau sekitar Rp1,4 triliun pada musim panas lalu setelah klub London tersebut mengalahkan persaingan dari Real Madrid dan Liverpool.

Zubimendi sempat langsung menjadi bagian penting dalam skema Arteta. Dia berperan mengatur tempo permainan dari area yang lebih dalam dan menjadi salah satu pemain penting di lini tengah Arsenal.

Namun, perjalanan musim kemudian membawa perubahan. Zubimendi mulai mengalami kelelahan dan performanya menurun. Situasi tersebut membuat posisinya di tim utama ikut terpengaruh.

Kini, persaingan di lini tengah Arsenal menjadi semakin ketat. Zubimendi berpotensi berada di belakang Declan Rice, Bruno Guimaraes, Lewis-Skelly, dan Mikel Merino dalam urutan pilihan Arteta.

Kondisi tersebut bisa menjadi persoalan bagi Zubimendi ketika bursa transfer Januari semakin dekat. Minimnya kesempatan bermain membuka kemungkinan munculnya pembicaraan mengenai masa depannya di Arsenal.

Kebangkitan Lewis-Skelly menjadi salah satu faktor utama perubahan tersebut. Pemain muda Arsenal itu mampu mengubah statusnya dari pelapis bek kiri menjadi salah satu opsi penting di lini tengah.

Dengan semakin banyaknya pilihan Arteta, persaingan untuk mendapatkan tempat di lini tengah Arsenal diperkirakan menjadi salah satu situasi yang menarik untuk dipantau. Bagi Zubimendi, tantangan terbesarnya kini bukan hanya mendapatkan kembali performa terbaik, tetapi juga menghadapi munculnya pesaing dari akademi Arsenal sendiri.

Topik Menarik