Lulusan Terbaik Unesa Kembangkan Aplikasi untuk Perbaikan Infrastruktur Pascabencana

Lulusan Terbaik Unesa Kembangkan Aplikasi untuk Perbaikan Infrastruktur Pascabencana

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 29 September 2026 - 17:29
share

Mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Informatika Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Vanessa Aulia Syifa Yudiasmara, berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 pada Wisuda ke-122 Unesa.

Persoalan pendataan dan penanganan kerusakan jalan maupun jembatan setelah bencana menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan. Proses yang belum efektif dapat memperlambat pemulihan akses masyarakat sekaligus berdampak pada aktivitas perekonomian.

Baca juga: IPB University Buka Lowongan 117 Formasi Dosen dan Tendik, Segera Daftar!

Kondisi tersebut melatarbelakangi Vanessa dalam mengembangkan SIRPASNA, sebuah aplikasi e-Government yang dirancang untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.

Melalui riset terapan tersebut, Vanessa menawarkan solusi digital untuk membantu menentukan prioritas penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan. Ditambah dengan capaian akademiknya, ia kemudian dikukuhkan sebagai adiwisudawan atau lulusan terbaik dengan IPK 3,92 dalam Wisuda ke-122 yang berlangsung di Graha Unesa, Sabtu (26/9/2026).Ide pengembangan platform digital berbasis web itu berawal dari kenangan serta diskusi yang pernah dilakukan Vanessa bersama mendiang ayahnya yang sebelumnya bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca juga: Cerita Mustapha, Wisudawan UNS Asal Nigeria yang Fasih Berbahasa Jawa

Dari pengamatannya, proses rekapitulasi kerusakan fisik pascabencana yang masih dilakukan secara manual membutuhkan waktu cukup panjang dan memiliki risiko ketidakpresisian dalam pengolahan data.

“Platform SIRPASNA difokuskan pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas fisik pascabencana. Sistem ini menggunakan metode matematika Additive Ratio Assessment (ARAS) untuk mengeliminasi dan menyusun peringkat prioritas perbaikan infrastruktur secara otomatis berdasarkan tingkat urgensi teknis,” jelasnya, dikutip dari laman Unesa, Selasa (29/9/2026).

Tak hanya membantu mempercepat penghitungan kebutuhan biaya dan menentukan prioritas penanganan, aplikasi yang dikembangkan menggunakan framework Laravel tersebut juga memiliki fitur pemantauan rekam jejak proyek. Fitur ini ditujukan untuk mendukung transparansi dalam pengelolaan anggaran pemulihan daerah.Baca juga: Dosen IPB Ungkap Cara Aman Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas

Dalam tahap pengujian dengan memanfaatkan data historis bencana dari BPBD Kabupaten Ponorogo, SIRPASNA menunjukkan hasil kalkulasi digital dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode perhitungan konvensional.

Vanessa juga telah memaparkan sistem yang dikembangkannya kepada tim internal Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Ponorogo untuk menunjukkan penerapan serta keunggulan platform tersebut.

Selanjutnya, Vanessa berencana mendaftarkan platform digital SIRPASNA sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia juga menargetkan agar teknologi tersebut dapat diadopsi oleh BPBD di tingkat Provinsi Jawa Timur hingga diterapkan secara lebih luas di tingkat nasional.

Topik Menarik