Benarkah Beras Harus Dicuci sebelum Dimasak? Ini Kata Ahli

Benarkah Beras Harus Dicuci sebelum Dimasak? Ini Kata Ahli

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 29 September 2026 - 09:05
share

JAKARTA - Mencuci beras sebelum dimasak mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Namun, ternyata tak semua jenis beras harus dicuci. Kebutuhan untuk mencuci beras bergantung pada jenis beras, masakan yang dibuat, serta tekstur yang ingin dihasilkan.

Melansir Eating Well, para ahli mengungkapkan, mencuci beras bisa menghasilkan nasi yang lebih pulen dan butirannya tak terlalu lengket. Namun, pada hidangan tertentu, pati yang menempel pada beras justru dibutuhkan untuk menghasilkan tekstur yang khas.

Alasan Beras Perlu Dicuci

Beras yang sudah melalui proses penggilingan sebenarnya sudah bersih. Namun, gesekan antarb­utir beras selama proses pengolahan atau pengemasan dapat menghasilkan bubuk pati yang sangat halus dan menempel di permukaan beras.

Pada beras putih, lapisan kulit, lembaga, dan bekatul telah dihilangkan sehingga bagian dalam biji yang mengandung pati menjadi lebih terbuka. Karena itu, beras putih biasanya membutuhkan proses pencucian yang lebih banyak.

Mencuci beras juga bisa menghilangkan debu atau kotoran yang mungkin menempel selama proses dari lahan hingga pengemasan.

Namun, sebenarnya tak semua beras perlu dicuci. Pada beberapa hidangan, pati yang menempel pada beras justru menjadi bagian penting dari hasil akhirnya. 

Salah satunya adalah paela yang menggunakan beras berbutir pendek. Pati dari beras membantu membentuk tekstur khas sekaligus membuat lapisan nasi yang renyah di bagian dasar wajan.

Risoto juga tak perlu menggunakan beras yang sudah dicuci. Dalam hidangan ini, pati dibutuhkan untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan creamy. Proses memasak risoto yang terus diaduk bertujuan membantu melepaskan pati dari butiran beras. Jadi, mencucinya terlebih dahulu justru dapat menghilangkan pati yang dibutuhkan.

Jadi, Perlukah Mencuci Beras?

Jawabannya tergantung pada jenis beras dan hidangan yang akan dibuat. Jika ingin mendapatkan nasi yang ringan, pulen, dan butirannya terpisah, sebaiknya cuci beras terlebih dahulu. Cara ini cocok untuk hidangan seperti nasi untuk pilaf atau salad.

Mencuci beras juga bisa menghilangkan debu dan sisa pati dari permukaannya. Namun, jika ingin membuat hidangan yang membutuhkan tekstur lebih lengket dan creamy, seperti risoto atau paela, beras tidak perlu dicuci.

Apapun pilihannya, hindari mencuci beras sampai airnya benar-benar bening. Terlalu lama mencuci dapat menghilangkan lebih banyak nutrisi sekaligus berpotensi memengaruhi aroma, rasa, dan tekstur nasi.

Topik Menarik