Studi: Minum Manis Tiap Hari Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

Studi: Minum Manis Tiap Hari Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 28 September 2026 - 14:05
share

Kebiasaan minum minuman manis setiap hari ternyata perlu diwaspadai. Studi terbaru menemukan adanya kaitan antara konsumsi minuman berpemanis dengan peningkatan risiko kanker lambung, meski penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances tersebut melibatkan lebih dari 112.000 orang di Amerika Serikat. Data penelitian berasal dari Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study, yang mengumpulkan informasi mengenai pola makan, gaya hidup, serta kondisi kesehatan peserta selama bertahun-tahun.

Selama masa pemantauan, sebanyak 278 peserta tercatat mengalami kanker lambung.

Minum Manis Setiap Hari Dikaitkan dengan Risiko Lebih Tinggi

Dalam penelitian ini, minuman berpemanis mencakup minuman berkarbonasi, punch, limun, hingga minuman olahraga. Para peneliti kemudian membandingkan peserta yang mengonsumsi minuman berpemanis setidaknya satu kali sehari dengan mereka yang mengonsumsinya kurang dari satu kali dalam sebulan.Baca Juga : Budi Gunadi Sadikin Ungkap Bahaya Boba: 1 Porsi Setara 150 Kalori dan 10 Gram Gula

Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang minum setidaknya satu minuman berpemanis setiap hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi minuman tersebut kurang dari sekali sebulan.

Peneliti juga menemukan bahwa konsumsi fruktosa yang lebih tinggi, salah satu jenis gula yang banyak terdapat dalam minuman berpemanis, berkaitan dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Mengapa Minuman Manis Diduga Berkaitan dengan Kanker Lambung?

Meski menemukan hubungan tersebut, peneliti menegaskan bahwa penelitian ini bersifat observasional. Artinya, hasil penelitian belum dapat membuktikan bahwa minuman berpemanis secara langsung menyebabkan kanker lambung.Salah satu kemungkinan yang dibahas adalah konsumsi gula dalam jumlah tinggi dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin. Kondisi ini dapat menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat dan telah dikaitkan dengan sejumlah proses yang berhubungan dengan perkembangan kanker.

Peneliti juga menyoroti adanya bukti yang terus berkembang mengenai pengaruh minuman berpemanis terhadap mikrobioma usus. Perubahan pada mikrobioma tersebut diduga dapat berhubungan dengan risiko terjadinya kanker.

Baca Juga : Sering Dikonsumsi, Makanan dan Minuman Ini Diam-diam Bisa Merusak Usus

Pentingnya Membatasi Minuman Berpemanis

Mingyang Song, ScD, peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi minuman berpemanis dan gula.Saran tersebut tidak hanya didasarkan pada hasil penelitian ini, tetapi juga pada berbagai bukti ilmiah mengenai dampak konsumsi gula terhadap kesehatan.Di sisi lain, minuman berpemanis bukan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan risiko kanker lambung. Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang dapat menyebabkan infeksi dan luka pada lambung, juga dikenal sebagai salah satu faktor risiko kanker lambung.

Karena itu, orang yang kerap mengalami masalah atau nyeri pada lambung dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan pemeriksaan H. pylori.

Pada akhirnya, penelitian ini memberikan gambaran mengenai adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dan risiko kanker lambung. Namun, temuan tersebut belumcukup untuk menyimpulkan bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker.

Menjaga pola makan seimbang, termasuk memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi dan membatasi asupan gula, tetap menjadi bagian penting dari pola hidup sehat. (magang/Adelia Aini Intan)

Topik Menarik