Profil Topan Srimulat, Pelawak Legendaris yang Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

Profil Topan Srimulat, Pelawak Legendaris yang Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 17:23
share

JAKARTA, iNews.id – Dunia komedi Indonesia tengah berduka. Pelawak senior Topan Srimulat meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Topan meninggal dunia dalam usia 71 tahun. Sosok yang dikenal luas lewat panggung lawak dan program televisi Ketoprak Humor itu meninggalkan perjalanan panjang di dunia hiburan Tanah Air.

Berikut ini informasi lengkap terkait dengan profil Topan Srimulat, pelawak legendaris yang meninggal dunia di usia 71 tahun. Simak beritanya.

Profil Topan Srimulat

Nama lengkap Topan dalam sejumlah profil tercatat sebagai Topan Muhammad Sugianto, sementara kabar duka yang beredar menyebutnya sebagai Topan Sugianto bin Doel Ghani. Ia lahir di Malang pada 12 April 1955.

Semasa hidupnya, Topan dikenal bukan hanya sebagai pelawak yang menghibur lewat layar kaca. Ia merupakan seniman yang berangkat dari panggung tradisional sebelum akhirnya dikenal masyarakat secara lebih luas melalui berbagai program komedi.

Mengawali Karier dari Panggung Ketoprak

Perjalanan Topan di dunia hiburan bermula dari panggung seni tradisional. Ia kemudian mengikuti jejak sang adik, Sugeng Winarso atau Leysus, yang lebih dahulu berkecimpung di dunia lawak.

Leysus diketahui mengawali karier melalui Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung pada 1992. Topan kemudian mengikuti perjalanan tersebut hingga keduanya menjadi pasangan kakak-adik yang cukup dikenal dalam dunia komedi.

Pengalaman di panggung ketoprak menjadi bekal penting bagi Topan sebelum dirinya tampil di televisi. Dari panggung tradisional tersebut, kemampuan lawaknya berkembang dan membawanya ke berbagai pertunjukan komedi.

Melejit Lewat Ketoprak Humor

Nama Topan semakin dikenal publik ketika tampil dalam program Ketoprak Humor di televisi.

Program tersebut menjadi salah satu karya yang paling lekat dengan perjalanan karier Topan. Bersama Leysus, ia menghadirkan duet kakak-adik dengan karakter lawakan yang dekat dengan nuansa kehidupan masyarakat Jawa Timur.

Keduanya memiliki karakter yang berbeda tetapi saling melengkapi. Topan cenderung tampil dengan pembawaan yang lebih tenang, sedangkan Leysus dikenal dengan karakter yang lebih lugu dan spontan. Perbedaan tersebut menjadi salah satu kekuatan duet mereka di panggung.

Ketoprak Humor kemudian menjadi salah satu tayangan yang membuat nama Topan dikenal luas oleh penonton televisi, khususnya pada era 1990-an.

Bukan Hanya Ketoprak Humor

Setelah era Ketoprak Humor, Topan dan Leysus masih aktif dalam sejumlah program komedi lainnya.

Keduanya tercatat pernah tampil dalam Ronda, Pansus, dan Toples Show. Perjalanan Topan juga kemudian bersinggungan dengan Srimulat, grup lawak legendaris yang menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perkembangan komedi Indonesia.

Meski namanya kemudian dikenal dengan embel-embel Srimulat, perjalanan seni Topan sebenarnya cukup panjang. Ia tumbuh dari panggung ketoprak dan berbagai pertunjukan komedi sebelum dikenal melalui televisi.

Karakter lawak Topan juga dikenal sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Warna humor yang dibawanya tidak terlepas dari akar kesenian tradisional dan budaya Jawa Timur.

Duet Bersama Leysus yang Kini Tinggal Kenangan

Salah satu bagian paling penting dalam perjalanan karier Topan adalah duetnya bersama Leysus.

Bukan sekadar saudara kandung, keduanya juga menjadi partner dalam berkesenian selama bertahun-tahun. Bersama-sama, mereka melewati panggung ketoprak, acara komedi, hingga televisi nasional.

Namun, duet tersebut harus berakhir setelah Leysus meninggal dunia pada 3 Januari 2006.

Kepergian sang adik menjadi kehilangan besar bagi Topan. Setelah itu, nama keduanya tetap dikenang sebagai salah satu pasangan kakak-adik yang pernah mewarnai dunia lawak Indonesia.

Kini, setelah dua dekade berlalu, Topan menyusul sang adik. Kepergiannya kembali mengingatkan publik pada perjalanan duet kakak-adik yang pernah menghadirkan tawa bagi penonton Indonesia.

Sempat Aktif di Dunia Sepak Bola

Ketika intensitasnya di dunia hiburan mulai berkurang, Topan tidak sepenuhnya meninggalkan aktivitas publik.

Ia kembali aktif di Malang dan terlibat dalam dunia persepakbolaan. Sejumlah profil mencatat Topan pernah aktif dalam kepengurusan sepak bola Porprov Kabupaten Malang serta memiliki kedekatan dengan klub kebanggaan masyarakat Malang, Arema.

Aktivitas tersebut menjadi bagian lain dari kehidupan Topan setelah masa kejayaannya di layar kaca.

Topik Menarik