Makan Telur Tiap Hari Bikin Gula Darah Naik? Ini Faktanya
Telur sering jadi pilihan praktis untuk sarapan. Direbus, dibuat telur dadar, atau dicampur dengan makanan lain, bahan makanan ini mudah ditemukan dan cukup mengenyangkan.Namun, bagi orang yang sedang memperhatikan kadar gula darah, muncul pertanyaan apakah makan telur setiap hari bisa membuat gula darah melonjak?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Telur justru termasuk makanan yang memiliki kandungan karbohidrat sangat rendah sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat setelah dikonsumsi.
Dalam satu butir telur ukuran besar, terdapat sekitar 6,2 gram protein, 5 gram lemak, dan hanya sekitar 0,5 gram karbohidrat. Komposisi inilah yang membuat telur tidak memberikan efek lonjakan gula darah seperti makanan yang tinggi karbohidrat atau gula.
Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik Makan Telur? Bisa Berbeda Sesuai Tujuan
Kandungan protein dan lemaknya juga dapat membantu memberikan energi yang lebih bertahan lama. Sebagai perbandingan, makanan tinggi karbohidrat atau gula seperti permen dan pasta dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat. Telur memiliki karakter yang berbeda karena sebagian besar kandungan makronutriennya berasal dari protein dan lemak. Telur juga masuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik (GI) rendah.
Indeks glikemik merupakan ukuran yang digunakan untuk melihat seberapa besar makanan yang mengandung karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah. Makanan dengan GI 55 atau lebih rendah termasuk kategori rendah.
Dalam daftar makanan rendah GI yang dikutip Verywell Health, telur termasuk di dalamnya bersama sejumlah makanan seperti brokoli, apel, blueberry, dan oatmeal tanpa gula.
Baca Juga : Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
Karena itu, telur dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang sesuai untuk pola makan yang berusaha menjaga kadar gula darah tetap stabil.Telur juga tidak otomatis harus dihindari oleh orang dengan diabetes. Namun, bukan berarti cukup makan telur lalu tidak perlu memperhatikan makanan lain. Bagi orang dengan diabetes, pola makan secara keseluruhan tetap penting, termasuk membatasi karbohidrat, memilih sumber karbohidrat berkualitas, memperbanyak sayuran non-tepung dan protein tanpa lemak, serta mengurangi gula dan biji-bijian olahan.
Cara mengolah telur dan makanan yang disantap bersamanya juga perlu diperhatikan. Telur yang rendah karbohidrat bisa saja disajikan bersama makanan tinggi karbohidrat atau gula, sehingga dampak keseluruhan makanan terhadap gula darah menjadi berbeda.
Selain protein dan lemak, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Kuning telur bahkan mengandung hampir semua vitamin, kecuali vitamin C, serta menyediakan asam lemak omega-3.
Jadi, telur tidak bisa disebut sebagai makanan yang otomatis “aman” untuk semua orang hanya berdasarkan kandungan karbohidratnya. Kebutuhan setiap orang tetap berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki diabetes atau kondisi kesehatan lain.
Bagi penderita diabetes, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau edukator diabetes mengenai pola makan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.
Intinya, makan telur tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat karena kandungan karbohidratnya sangat rendah. Yang tak kalah penting adalah memperhatikan keseluruhan isi piring, termasuk makanan pendamping dan cara pengolahannya.









