Tim Ekspedisi Patriot Unpad Revitalisasi Perpustakaan 6 Sekolah di Papua

Tim Ekspedisi Patriot Unpad Revitalisasi Perpustakaan 6 Sekolah di Papua

Nasional | sindonews | Sabtu, 26 September 2026 - 22:21
share

Skor literasi membaca Indonesia dalam asesmen Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2022 turun 12 poin dibanding 2018. Skor ini menjadi yang terendah sejak Indonesia pertama kali ikut PISA.

Di lapangan, potretnya terlihat nyata dari enam sekolah negeri di Distrik Bomberay, hampir semua perpustakaannya bermasalah, seperti bangunan nyaris rubuh, koleksi buku lawas, serta buku pelajaran, bacaan, dan buku umum yang masih bercampur dalam dua rak.

Melihat kondisi ini, Tim 17 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) merevitalisasi perpustakaan di enam sekolah di Distrik Bomberay. Tiga di antaranya SD Inpres 4, SD Inpres 5, dan SD Inpres 6 Bomberay sudah rampung digarap, dengan melibatkan langsung siswa kelas 5 dan 6 untuk menata ulang koleksi buku mereka sendiri.

Baca juga: Akses Buku Diperluas, Program Literasi Jangkau 25 Panti Asuhan di Enam Kota

Ketua Tim 17 Ekspedisi Patriot Unpad Yudi Permadi mengatakan penataan ini berangkat dari temuan saat observasi. "Kondisi perpustakaannya masih belum sesuai dengan peruntukannya. Buku-bukunya belum tertata rapi, dicampuradukkan dalam dua rak saja," ujarnya, Sabtu (26/9/2026).Yudi menegaskan proses ini sengaja dirancang untuk tidak sekadar menata rak. Keterlibatan langsung anak-anak diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap perpustakaan sekolah mereka sendiri. "Kami hadir bukan sekadar menata tetapi juga melibatkan siswa dalam prosesnya," ujarnya, Guru Kelas SD Inpres 4 Bomberay, Edy Witoko berharap ekosistem membaca yang mulai terbangun di sekolahnya bisa terus dipertahankan, dikembangkan, dan diinovasikan ke depannya agar benar-benar bermanfaat bagi anak-anak.

Lihat video: Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis di Sekolah Ditengah Buruknya Literasi

Langkah Tim 17 ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan keseriusan pemerintah dalam membenahi seluruh fasilitas sekolah hingga ke pelosok daerah.

"Masalah pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Tak boleh ada bagian dari Indonesia yang tertinggal kualitas pendidikannya. Kualitas pendidikan kita harus kita perbaiki," ucap Presiden Prabowo Subianto pada, 7 November 2025.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan perbaikan akses pendidikan di wilayah Papua merupakan kunci utama pengentasan kemiskinan.

"Kemiskinan itu diputus oleh pendidikan," tegas Menko AHY saat merespons pentingnya percepatan infrastruktur sekolah di Papua pada (18/9) lalu.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut memberikan arahan langsung kepada seluruh personel Ekspedisi Patriot di lapangan agar bekerja dengan dampak yang nyata.

"Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot, bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya," ucapnya.

Topik Menarik