Lisa BLACKPINK Minta Maaf soal Istilah Rasis dalam Rekaman Lama

Lisa BLACKPINK Minta Maaf soal Istilah Rasis dalam Rekaman Lama

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 14:16
share

Lisa BLACKPINK akhirnya buka suara terkait rekaman lama dari masa pelatihannya yang kembali menjadi sorotan. Dalam rekaman tersebut, Lisa terdengar melakukan rap mengikuti lagu yang memuat istilah bernada rasis terhadap orang kulit hitam.

Lisa menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan istilah tersebut. Ia mengaku saat itu belum memahami makna dan konteks dari kata yang dinilai ofensif tersebut.

"Saya benar-benar harus meminta maaf," ujar Lisa saat berbicara kepada Variety di Festival Film Internasional Toronto 2026, tempat film dokumenternya, "Always Lalisa", ditayangkan perdana.

Penyanyi asal Thailand itu menjelaskan bahwa dirinya tumbuh di Thailand dan tidak mendapatkan edukasi mengenai istilah tersebut ketika masih kecil.

"Sejujurnya, saya orang Thailand dan tumbuh besar di Thailand. Tidak ada edukasi mengenai hal itu, jadi saat itu, saya tidak tahu," tuturnya.Lisa mengatakan dirinya kemudian mempelajari makna istilah tersebut. Ia pun memastikan tidak akan pernah menggunakannya lagi.

Baca Juga : MV Lisa SaWaDiKa Dituding Didongkrak Iklan Berbayar, Ini Respons YouTube

Rekaman Lama Lisa Kembali Viral

Rekaman yang menjadi persoalan tersebut muncul secara daring pada Maret 2025. Video itu disebut berasal dari masa sebelum Lisa debut bersama BLACKPINK ketika masih menjalani pelatihan di YG Entertainment.

Menurut Variety, rekaman tersebut dibocorkan oleh seseorang yang dalam dokumenter "Always Lalisa" disebut sebagai "YG Leaker". Orang yang sama juga disebut pernah melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Lisa terkait rekaman tersebut.Pernyataan Lisa mengenai video lama itu kemudian memicu kembali perdebatan di media sosial. Sebagian penggemar meminta publik mempertimbangkan latar belakang Lisa yang tumbuh besar di Thailand dan bukan di Amerika Serikat.

Sejumlah pengguna media sosial menilai tidak semua orang di dunia mendapatkan pemahaman yang sama mengenai sejarah dan konteks budaya Amerika, termasuk penggunaan istilah yang dianggap ofensif terhadap komunitas kulit hitam.

Namun, pendapat berbeda juga bermunculan. Sebagian pihak menilai status Lisa sebagai rapper BLACKPINK dan besarnya popularitas K-pop di Amerika Serikat membuatnya memiliki tanggung jawab untuk memahami sejarah budaya hip-hop.

Terlebih, hip-hop merupakan salah satu genre yang memiliki akar kuat dalam budaya masyarakat kulit hitam Amerika.

"Hal paling minimal yang bisa dilakukan seseorang jika mereka mengambil keuntungan dari budaya kulit hitam adalah mempelajari sejarahnya," tulis seorang pengguna media sosial.Baca Juga : Lisa BLACKPINK Buka-bukaan soal Larangan Pacaran saat Jadi Bintang K-Pop

Perdebatan soal K-pop dan Budaya Kulit Hitam

Kontroversi yang melibatkan Lisa turut menghidupkan kembali perdebatan mengenai hubungan K-pop dengan budaya kulit hitam Amerika.

Hip-hop dan R&B telah lama menjadi bagian dari perkembangan musik K-pop. Seiring semakin luasnya popularitas K-pop secara global, persoalan mengenai penggunaan bahasa, gaya rambut hingga elemen budaya kulit hitam juga beberapa kali menjadi sorotan.

Perdebatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan istilah tertentu, tetapi juga mengenai sejauh mana seorang artis memahami sejarah dan budaya yang menjadi inspirasi karya mereka.Lisa sendiri pindah dari Thailand ke Korea Selatan ketika berusia 14 tahun setelah bergabung dengan YG Entertainment. Ia kemudian menjalani masa pelatihan sekitar lima tahun sebelum debut bersama BLACKPINK pada 2016.

Sejak saat itu, karier Lisa terus berkembang hingga menembus industri hiburan Amerika Serikat.

Setelah mendirikan perusahaan sendiri, Lloud, dan menjalin kerja sama dengan RCA Records untuk aktivitas solonya, Lisa merilis album solo penuh pertamanya, "Alter Ego".

Ia juga tampil di Coachella dan memulai debut akting melalui musim ketiga serial HBO, "The White Lotus".

Kini, perjalanan Lisa menuju fase karier yang lebih mandiri diabadikan dalam film dokumenter "Always Lalisa". Film tersebut tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto 2026 dan dijadwalkan hadir di bioskop mulai 12 Oktober.

Topik Menarik