Najis Kencing Bisa Picu Siksa Kubur? Ini Penjelasan Hadisnya

Najis Kencing Bisa Picu Siksa Kubur? Ini Penjelasan Hadisnya

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 05:15
share

Persoalan bersuci (thaharah)setelah buang air kecil tidak boleh dianggap sepele oleh seorang Muslim. Sebuah hadis menyebutkan bahwa banyaknya siksa kuburberkaitan dengan seseorang yang tidak menjaga kebersihan dari bekas kencing.

Hadis tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah RA dan dicantumkan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Bulughul Maram ketika membahas bab tentang buang hajat.

Rasulullah bersabda:

اِسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ، فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ

“Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni.

Dalam riwayat lainnya disebutkan dengan lafaz:

أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْلِ

“Sebagian besar siksa kubur disebabkan oleh (bekas) kencing.”

Baca juga:Siapa Bani Nadhir? Inilah Akhir Hikayat Para Pengkhianat

Riwayat tersebut juga dicantumkan Al-Hakim. Ia menilai sanad hadis tersebut sahih.

Perbedaan Penilaian terhadap Hadis

Meski demikian, terdapat pembahasan ulama mengenai sanad hadis tersebut.Ad-Daruquthni menyatakan bahwa riwayat pertama yang disebutkan dalam Bulughul Maram secara lebih tepat berstatus mursal. Ia juga memberikan catatan terhadap salah satu perawi dalam sanadnya. Sementara lafaz kedua diriwayatkan antara lain oleh Ahmad, Ad-Daruquthni dan Al-Hakim melalui jalur Abu Awanah, dari Al-A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah RA.

Al-Hakim menilai hadis tersebut sahih sesuai syarat Al-Bukhari dan Muslim. Ia juga menyatakan tidak mengetahui adanya cacat yang memengaruhi hadis tersebut. Hadis itu juga memiliki penguat dari jalur lain. At-Tirmidzi dan Al-Bukhari, ketika ditanya mengenai hadis tersebut, menilainya sebagai hadis sahih. Ad-Daruquthni juga memberikan penilaian sahih terhadap riwayat tersebut. Karena itu, persoalan bersuci dari bekas kencing merupakan perkara yang perlu diperhatikan serius oleh seorang Muslim.

Pentingnya Membersihkan Bekas Kencing

Hadis tersebut memberikan pelajaran mengenai kewajiban menjaga kebersihan dari najis setelah buang air kecil.

Bekas kencing harus dibersihkan dari badan, pakaian maupun tempat yang digunakan untuk salat. Seorang Muslim juga tidak sepatutnya menganggap remeh persoalan tersebut.

Ketika buang air kecil, seseorang hendaknya memilih tempat yang aman agar tidak terkena cipratan. Setelahnya, bagian tubuh yang terkena najis harus dibersihkan dengan benar sesuai tuntunan syariat. Sikap meremehkan persoalan bersuci dapat menyebabkan seseorang membawa najis ketika melaksanakan ibadah, khususnya salat.

Siksa Kubur Merupakan Bagian dari Akidah Islam

Hadis tentang bekas kencing tersebut juga menjadi salah satu dalil mengenai adanya siksa kubur. Keberadaan siksa kubur merupakan bagian dari akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang didasarkan pada dalil Al-Qur'an dan hadis.

Allah SWT berfirman:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.’” (QS Al-Mu'min: 46)

Ayat tersebut berbicara mengenai azab yang diterima Fir'aun dan kaumnya sebelum datangnya hari Kiamat. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan salah satu dalil utama Ahlus Sunnah wal Jamaah mengenai adanya azab kubur. Bagian ayat yang menjadi perhatian adalah firman Allah SWT:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.”

Menurut Ibnu Katsir, penampakan neraka pada pagi dan petang tersebut terjadi sebelum datangnya Hari Kiamat. Adapun setelah Kiamat, Fir'aun dan kaumnya akan dimasukkan ke dalam azab yang lebih berat.

Jangan Meremehkan Perkara Bersuci

Dari hadis tersebut, umat Islam dapat mengambil pelajaran bahwa persoalan bersuci setelah buang air kecil bukan perkara sepele.Menjaga kebersihan dari najis merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim, terlebih karena kesucian menjadi salah satu syarat penting dalam pelaksanaan salat.

Namun, hadis tersebut juga perlu dipahami secara tepat. Bukan berarti seluruh bentuk siksa kubur hanya disebabkan oleh persoalan kencing. Hadis itu memberikan peringatan mengenai salah satu sebab siksa kubur yang disebutkan Rasulullah.

Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak meremehkan perkara bersuci dan senantiasa berusaha menjalankan tuntunan agama dengan benar. Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa menjaga kesucian dan melindungi kita dari siksa kubur. Wallahu a'lam.

Referensi:Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim, Dar Ibnil Jauzi, Juz 6.Syaikh Abdullah Al-Fauzan, Minhatul 'Allam fi Syarh Bulughil Maram, Dar Ibnil Jauzi, Juz 1.

Baca juga:Kisah Pengusiran Bani Nadhir, Diabadikan dalam Surat Al-Hasyr Surat yang Turun di Bulan Rabiul Akhir

Topik Menarik