Keutamaan dan Amalan Bulan Rabiul Akhir yang Perlu Diketahui Muslim

Keutamaan dan Amalan Bulan Rabiul Akhir yang Perlu Diketahui Muslim

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 14 September 2026 - 09:00
share

Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriyah setelah Rabiul Awal. Nama Rabiul Akhir berkaitan dengan kondisi alam di jazirah Arab pada masa penamaan bulan-bulan Hijriah.

Secara bahasa, rabi’ berkaitan dengan musim semi. Pada musim tersebut, rerumputan mulai menghijau, tanaman tumbuh subur dan sejumlah pepohonan menghasilkan buah. Musim ini umumnya berlangsung selama dua bulan sehingga kemudian dikenal dengan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.

Berbeda dengan Ramadan, Muharram atau Zulhijjah, tidak ada ibadah khusus yang secara spesifik disyariatkan hanya karena memasuki bulan Rabiul Akhir. Namun, bulan ini tercatat dalam sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Islam.

Karena itu, umat Islam dapat menjadikan Rabiul Akhir sebagai momentum untuk memperkuat ibadah dan memperbanyak amal saleh tanpa meyakini adanya amalan tertentu yang dikhususkan untuk bulan tersebut.

1. Turunnya Surat Al-Hasyr

Salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan Rabiul Akhir adalah turunnya Surat Al-Hasyr. Surat ke-59 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 24 ayat dan termasuk golongan Madaniyah.

Baca juga:Ternyata, Nama Rabiul Akhir Diberikan oleh Leluhur Nabi Muhammad SAW

Surat Al-Hasyr antara lain memuat pelajaran mengenai pengkhianatan terhadap perjanjian, kehidupan sosial, pembagian harta rampasan dan pentingnya mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi.Di bagian akhir surat, umat Islam juga diajak mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT.

2. Diutusnya Khalid bin Walid kepada Bani Al-Harits

Pada Rabiul Akhir tahun 10 Hijriah, Rasulullah mengutus Khalid bin Walid kepada Bani Al-Harits bin Ka'ab di Yaman.

Misi tersebut dilakukan untuk mengajak mereka memeluk Islam. Riwayat sejarah menyebut dakwah yang dilakukan Khalid bin Walid mendapat sambutan sehingga banyak dari mereka menerima Islam.

Peristiwa ini menjadi salah satu contoh bagaimana dakwah dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana dan tidak mengedepankan kekerasan.

3. Umar bin Khattab Diangkat Menjadi Khalifah

Rabiul Akhir juga berkaitan dengan salah satu fase penting dalam sejarah kepemimpinan umat Islam.

Umar bin Khattab diangkat sebagai khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Di bawah kepemimpinannya, wilayah kekuasaan Islam berkembang pesat disertai berbagai pembenahan dalam administrasi pemerintahan.

Umar juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, adil dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat.

4. Peristiwa Bani Nadhir

Peristiwa Bani Nadhir juga menjadi bagian penting dari sejarah Islam yang dikaitkan dengan Rabiul Akhir.

Bani Nadhir merupakan salah satu kelompok Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah. Mereka terlibat dalam peristiwa yang berkaitan dengan pelanggaran perjanjian dan rencana mencelakai Rasulullah.Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu latar belakang turunnya Surat Al-Hasyr. Dari kisah ini, umat Islam dapat mengambil pelajaran mengenai pentingnya menjaga perjanjian, kepercayaan dan keteguhan dalam menghadapi ujian.

5. Perang Bahran

Sejumlah catatan sejarah Islam juga menyebut Perang Bahran sebagai salah satu ekspedisi yang berlangsung pada bulan Rabiul Akhir tahun 3 Hijriah.

Dalam ekspedisi tersebut tidak terjadi pertempuran besar. Namun, keberangkatan pasukan Muslim menunjukkan kesiapsiagaan umat Islam dalam menghadapi potensi ancaman.

Peristiwa ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Rasulullah dalam menjaga keamanan masyarakat Madinah.

6. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Meski Rabiul Akhir tidak memiliki ibadah khusus, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh kapan pun dan di mana pun.

Salah satunya dengan meningkatkan kualitas salat wajib lima waktu. Selain menjaga ketepatan waktu, umat Islam hendaknya berusaha meningkatkan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.

Ibadah sunah seperti salat Dhuha dan membaca Al-Qur'an juga dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

7. Memperbanyak Sedekah

Sedekah merupakan salah satu amal saleh yang dapat dilakukan setiap saat, termasuk pada bulan Rabiul Akhir.

Sedekah tidak hanya berupa harta. Memberikan bantuan kepada orang lain, tenaga, ilmu maupun kebaikan lainnya juga dapat menjadi bentuk kepedulian kepada sesama.Dengan memperbanyak sedekah, seorang Muslim diharapkan memiliki kepedulian sosial sekaligus terhindar dari sifat kikir.

8. Memperbanyak Salat Berjamaah

Salat berjamaah juga dapat menjadi salah satu amalan yang ditingkatkan pada bulan Rabiul Akhir.

Bagi laki-laki Muslim, melaksanakan salat berjamaah di masjid menjadi kesempatan untuk memperoleh keutamaan ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan sesama Muslim.

Namun, perlu dipahami bahwa salat berjamaah bukan amalan yang secara khusus ditetapkan hanya pada bulan Rabiul Akhir.

9. Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Zikir merupakan amalan yang dapat dilakukan seorang Muslim setiap waktu. Membaca tasbih, tahmid, takbir dan istighfar dapat menjadi bagian dari upaya mengingat Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ar-Ra'd ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”Ayat tersebut menunjukkan pentingnya zikir dalam kehidupan seorang Muslim.

10. Menjalankan Puasa Sunah

Tidak terdapat puasa khusus yang ditetapkan syariat hanya untuk bulan Rabiul Akhir. Meski demikian, umat Islam tetap dapat menjalankan puasa sunah yang memiliki dasar syariat.

Di antaranya puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Hijriah.

Dengan demikian, menjalankan puasa sunah pada Rabiul Akhir bukan karena keistimewaan khusus bulan tersebut, melainkan sebagai bagian dari ibadah sunah yang dianjurkan secara umum.

Momentum Meningkatkan Amal

Rabiul Akhir memang tidak termasuk bulan yang memiliki ketentuan ibadah khusus. Namun, setiap pergantian bulan dalam kalender Hijriah dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan amal saleh.

Memahami sejarah yang terjadi pada Rabiul Akhir juga penting agar umat Islam tidak sekadar mengetahui pergantian kalender, tetapi dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Yang terpenting, berbagai ibadah yang dilakukan hendaknya didasarkan pada dalil yang jelas dan tidak mengkhususkan suatu amalan tanpa landasan syariat.

Baca juga:Makna Rabiul Akhir, Bulan Keempat Kalender Hijriah dan Fakta-fakta Menariknya

Topik Menarik