Kontak Terakhir 5 Jurnalis di Sekitar Anak Krakatau Terdeteksi via Sinyal IMEI di Pulau Sebesi

Kontak Terakhir 5 Jurnalis di Sekitar Anak Krakatau Terdeteksi via Sinyal IMEI di Pulau Sebesi

Nasional | sindonews | Sabtu, 12 September 2026 - 20:37
share

Kontak terakhir 5 jurnalis dan 3 Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang di Perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Pulau Sebesi pada Senin, (7/9/2026) lalu.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, hal itu terungkap usai laporan terakhir yang diterima Komdigi dari upaya pelacakan International Mobile Equipment Identity (IMEI) jaringan seluler.

Baca juga: Istri Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto Ikut Pencarian Suaminya ke Pulau Sertung

"Kontak yang terakhir di Pulau Sebesi. Itu kontak terakhir di mana sinyal yang dipancarkan oleh IMEI, itu berasal dari pulau itu atau terdeteksi dari pulau itu," ujar Nezar di Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/2026).

Temuan sinyal tersebut diperoleh dari pantauan operator seluler yang diserahkan kepada Direktorat Jenderal Infrastruktur Komdigi, kemudian diteruskan sebagai data krusial bagi tim operasi SAR. Data tersebut menjadi satu hal yang krusial guna mencari keberadaan lima jurnalis hilang kontak.Menurut dia, pancaran sinyal IMEI terdeteksi pada Senin, 7 September 2026 sebelum kontak dengan rombongan kapal terputus total. Saat ini pencarian mulai dilakukan di Pulau Sebesi. "Sudah dilakukan penyisiran, pencarian, dan hari ini juga lagi dikerahkan," ucapnya.

Nezar menuturkan pada hari kelima operasi SAR ini, pelacakan difokuskan secara masif di sekitar perairan dan daratan Pulau Sebesi. Meski sempat ditemukan sejumlah material keselamatan seperti rompi pelampung (life jacket) di tengah laut, hasil verifikasi pihak Polairud belum menunjukkan indikasi keterkaitan langsung dengan rombongan yang hilang.

 

"Tadi Basarnas bersama TNI Angkatan Laut dan Polairud sudah menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan, termasuk juga mengerahkan 14 kapal dan satu helikopter hari ini terus melakukan pencarian," ujarnya.

Namun, kendala cuaca berupa jarak pandang (visibility) yang terbatas akibat kabut tebal sempat membatasi pemantauan udara.

"Tadi juga dilaporkan heli sudah terbang, tapi ini ada kabut sehingga visibility agak rendah cuma 1,5 km. Namun demikian, tetap terus coba diusahakan untuk memantau arus laut dan juga sejumlah titik-titik yang diduga ya disinggahi atau melintas kapal yang sedang dicari itu," kata Nezar.

Topik Menarik