Kolaborasi Teknologi AI dan Keamanan Siber Ciptakan Lapangan Kerja
Elitery, perusahaan layanan teknologi informasi dan keamanan siber asal Indonesia membuka peluang kolaborasi strategis dengan Dr Jamie Metzl, technology strategist sekaligus pakar perkembangan teknologi. Peluang kolaborasi dibahas dalam pertemuan virtual antara Jamie Metzl dan jajaran pimpinan Elitery, Rabu (16/9/2026).
Pertemuan diikuti Ketua Strategic Advisory Council Elitery Sandiaga Uno; Direktur Utama Elitery Kresna Adiprawira, dan Presiden Komisaris Elitery Tsamanov.
Pertemuan itu membahas lanskap transformasi AI, keamanan siber, tata kelola, serta manajemen risiko dan etika dalam adopsi kecerdasan buatan. Elitery juga menjaring insight strategis dari Jamie Metzl untuk mempertajam arah kebijakan perusahaan dan menangkap peluang ekspansi layanan berbasis AI.
Baca juga: Google Memanfaatkan AI untuk Meningkatkan Keamanan Siber
"Organisasi perlu memahami bagaimana manusia dapat bekerja secara efektif bersama sistem AI. Kita perlu melihat pekerjaan secara lebih spesifik untuk menentukan bagian mana yang dapat diotomatisasi, diperkuat dengan AI, dan mana yang tetap membutuhkan keahlian serta pertimbangan manusia," ujar Metzl dalam siaran tertulis Minggu (20/9/2026).Salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut adalah hubungan antara perkembangan AI dan keamanan siber. Seiring meningkatnya kemampuan AI, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertahanan siber. Namun, perkembangan yang sama juga dapat menghadirkan bentuk risiko dan tantangan baru bagi organisasi.
Metzl menyoroti peluang bagi organisasi untuk memanfaatkan kemampuan AI yang tersedia saat ini guna membantu mengidentifikasi dan menangani kerentanan keamanan sebelum teknologi serupa dapat dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki tujuan menyerang.
Menurut dia, manusia perlu mengidentifikasi nilai unik yang dapat mereka berikan ketika AI semakin mampu menangani berbagai pekerjaan. "Ketika AI semakin mampu mengerjakan tugas-tugas dasar, manusia perlu semakin jelas memahami nilai unik yang dapat mereka berikan. Tantangannya bukan sekadar menggunakan AI, tetapi menentukan bagaimana manusia dan AI dapat bekerja bersama secara efektif," ungkap Metzl.
Sandiaga sepakat dengan hal tersebut. AI harus berdampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang dan penciptaan lapangan kerja. "AI tidak hanya memudahkan tugas, tetapi juga harus berdampak bagi masyarakat dalam penciptaan lapangan kerja," ujarnya.
Kresna menambahkan rencana perusahaan mengembangkan posisi sebagai AI resource management company atau perusahaan manajemen sumber daya AI. "Fokus kami bukan sekadar membangun AI, tetapi membantu klien mengelola lingkungan AI dan agen AI sekaligus mengintegrasikannya dengan manusia serta sistem teknologi yang sudah mereka miliki," ungkapnya.
Menurut dia, pendekatan tersebut memungkinkan Elitery membantu organisasi menggunakan AI secara lebih terarah sesuai kebutuhan masing-masing. "Kerja sama dengan laboratorium AI juga menjadi salah satu hal yang kami eksplorasi. Akses terhadap model dan kemampuan AI yang lebih maju dapat menjadi bagian dari strategi kami, terutama memperkuat pertahanan keamanan siber," ujar Kresna.









