Ratusan Siswa di Lombok Tengah Keracunan MBG, DPR: Harus Diusut Menyeluruh
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati prihatin atas kejadian keracunan yang menimpa 352 siswa setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (11/9/2026).
Insiden tersebut harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Dia meminta kejadian itu harus diusut secara menyeluruh.
Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Ada Sabotase?
“Saya prihatin dengan keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh,” ujar Sari, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan, termasuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan SOP secara disiplin.Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, Sari meminta agar diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan.
“Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar. Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain,” tegasnya.
DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk terhadap kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah. Keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas dan keamanan makanan yang diberikan.
“Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” katanya.









