Kisah Rusmiliani Jatuh Bangun Lagi Akibat Pandemi lewat Pelatihan Indonesia Setara

Kisah Rusmiliani Jatuh Bangun Lagi Akibat Pandemi lewat Pelatihan Indonesia Setara

Nasional | sindonews | Sabtu, 12 September 2026 - 17:32
share

Rusmiliani, pemilik Rayhana Mom & Baby Spa harus menghadapi kenyataan pahit ketika usaha yang dirintisnya sejak 2009 terpaksa berhenti akibat pandemi Covid-19. Tak hanya kehilangan usaha, dia juga harus merelakan tabungan yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun.

“Saya memulai kembali usahanya dari nol setelah hijrah ke Jakarta. Saya membangun Rayhana berawal dari keinginannya memanfaatkan peralatan salon milik orang tua yang sudah tidak terpakai,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Saat itu, dia melihat peluang layanan perawatan bayi jarang tersedia di Makassar. Untuk membekali diri, Rusmiliani mempelajari treatment baby selama dua tahun di Jakarta.

Baca juga: Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa-Yayasan Indonesia Setara Kerja Sama Pengelolaan Zakat

Pada 2009, dia kemudian memberanikan diri membuka Rayhana Baby Spa yang mendapatkan respons positif. “Seiring berjalannya waktu, layanan Rayhana tidak hanya menyasar bayi, tetapi berkembang menjadi perawatan untuk ibu, anak, hingga orang dewasa,” tuturnya.Perjalanan tersebut kemudian menghadapi ujian berat ketika pandemi melanda. Rayhana terpaksa tutup. Setelah pindah ke Jakarta, Rusmiliani kembali membangun usahanya hampir dari nol.

Di tengah proses tersebut, dia juga kehilangan tabungan usaha yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun. Tabungan itu sebelumnya digunakan untuk membeli sebuah rumah tua. Namun, rumah tersebut kemudian dilelang oleh bank.

“Rayhana kembali dibangun di Jakarta melalui konsep homecare. Layanan diberikan langsung ke rumah pelanggan sehingga usaha tetap dapat berjalan tanpa harus memiliki tempat usaha besar,” ucapnya.

Pengalaman tersebut membuat Rusmiliani memahami bahwa sebuah usaha tidak selalu harus berkembang dengan cara yang sama. Kemampuan beradaptasi dan keberanian untuk memulai kembali menjadi modal penting untuk mempertahankan bisnis.

Perubahan cara berpikir juga dirasakan Rusmiliani setelah mengikuti Inkubasi Tomang Batch 1 dengan Mitra Inkubator Yayasan Indonesia Setara Mirai. Jika sebelumnya keputusan bisnis lebih sering dibuat berdasarkan perasaan dan emosi, kini dia mulai belajar menggunakan data dan fakta sebagai dasar menentukan langkah. Dia juga semakin memahami pentingnya teknologi dan media sosial, perubahan perilaku pelanggan, hingga memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

Selama empat pekan pengukuran, Rayhana mencatat revenue sebesar Rp6,96 juta dari 69 transaksi. Penjualan tercatat Rp2,8 juta pada week 1-2, kemudian masing-masing Rp2,08 juta pada week 3 dan 4.

Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, perjalanan pelaku UMKM untuk berkembang membutuhkan pendampingan yang tidak berhenti pada pelatihan. Pelaku usaha perlu dibekali kemampuan mengubah cara berpikir, memperkuat pengelolaan bisnis, memanfaatkan teknologi, serta beradaptasi dengan perubahan pasar.

"Pendampingan harus menghasilkan dampak yang nyata. Ketika pelaku usaha memperoleh keterampilan baru, mampu memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar, maka usaha mereka akan tumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di sekitarnya," ujar Sandiaga.

Dia menilai keberhasilan UMKM juga tidak semata-mata dilihat dari peningkatan omzet. Kemampuan usaha menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dari perkembangan sebuah bisnis.

Topik Menarik