Pengembangan Bioenergi Terintegrasi Mulai Dibahas
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu membahas perluasan kerja sama pengembangan bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, meliputi penyediaan bahan baku, fasilitas pengolahan, infrastruktur energi, logistik dan distribusi, hingga kepastian penyerapan produk, Kamis kemarin (10/9) di Jakarta.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani mengatakan, bahwa potensi lahan, kebun, fasilitas produksi, dan bahan baku yang dimiliki perusahaan dapat disinergikan dengan kapabilitas Pertamina dalam pengembangan dan pemasaran energi. Agrinas Palma siap mengambil peran pada sisi hulu dengan memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk ekosistem bioenergi yang terintegrasi, mulai dari kebun, fasilitas pengolahan, infrastruktur pendukung, hingga penyerapan produk,” ujar Mohammad Abdul Ghani.
Baca Juga: Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
Salah satu proyek prioritas yang dibahas adalah reaktivasi Pabrik Bayas Biofuels di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, yang memiliki kapasitas produksi sekitar 600.000 ton FAME per tahun. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi langkah awal kerja sama dalam mendukung ketersediaan biodiesel nasional.
Menurut Abdul Ghani, reaktivasi Pabrik Bayas Biofuels juga diarahkan untuk menjadi sumber pasokan FAME pertama yang disediakan oleh BUMN. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran BUMN dalam rantai pasok biodiesel nasional, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati secara berkelanjutan.
Pembahasan juga mencakup rencana pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi di Kalimantan Timur. Program itu akan menghubungkan pengembangan perkebunan singkong dengan fasilitas pengolahan, penyediaan energi, logistik, serta penyerapan hasil produksi.
Baca Juga: Bioenergi dari Limbah Pertanian Bisa Mulai Dikembangkan, Bahan Baku MelimpahRuang lingkup kerja sama Pertamina dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) akan diperluas pada bidang bioenergi, investasi, pemanfaatan produk samping, penyediaan bahan baku, pembangkit listrik, keberlanjutan, logistik dan distribusi, riset dan teknologi, serta penyerapan produk.
Pertamina dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) selanjutnya akan memfinalisasi perluasan ruang lingkup nota kesepahaman serta mempercepat kajian teknis dan bisnis terhadap proyek-proyek yang siap diimplementasikan.
Sementara itu, Wakil Menteri Todotua Pasaribu menekankan agar kolaborasi antar-BUMN segera diterjemahkan menjadi proyek konkret yang memberikan manfaat ekonomi.“Selain itu juga meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung ketahanan energi nasional,“ tandas Wamen Todutua Pasaribu.










