Pertamina Patra Niaga Manfaatkan PLTS dan PLTB untuk Irigasi Pertanian di Cilacap

Pertamina Patra Niaga Manfaatkan PLTS dan PLTB untuk Irigasi Pertanian di Cilacap

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 11 September 2026 - 21:32
share

PT Pertamina Patra Niaga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Kalijaran, Cilacap, Jawa Tengah. Program tersebut mengintegrasikan energi terbarukan dengan pengembangan pertanian berkelanjutan dari sektor hulu hingga hilir.

“Kami ingin pemanfaatan energi terbarukan memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Di Kalijaran, energi terbarukan kami integrasikan dengan kebutuhan pertanian, mulai dari irigasi, produksi pangan, pengelolaan limbah, hingga pengembangan usaha masyarakat,” ujar VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati dalam keterangan pers, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga:Urai Antrean BBM, 25 SPBU Pertamina di Makassar Buka 24 Jam Nonstop

Program MAPAN dikembangkan untuk menjawab sejumlah tantangan masyarakat, antara lain keterbatasan irigasi, minimnya modernisasi dan diversifikasi usaha tani, serta dampak perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian. Salah satu inovasinya berupa sistem irigasi berbasis energi hibrida yang memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Sistem EBT tersebut memiliki total kapasitas 15.250 Wp dan mampu menghasilkan rata-rata debit air 150.000 liter per hari untuk mendukung irigasi persawahan dan hortikultura. Pemanfaatan energi terbarukan itu juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 2.860 kilogram CO2e per tahun serta menghemat biaya penggunaan pompa diesel hingga Rp9 juta dalam dua kali siklus tanam.

Pengembangan MAPAN dilakukan melalui konsep integrasi pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi padi, pengolahan gabah menjadi beras, pemanfaatan dedak sebagai pakan dan pupuk, hingga pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk. Masyarakat juga mengembangkan hortikultura, perikanan, budidaya bebek, serta diversifikasi produk seperti keripik, telur asin, beras, dan makanan pendamping air susu ibu (MPASI).Dari sisi pemberdayaan, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 233 orang yang terdiri atas petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak dan balita, serta masyarakat miskin. Pelaksanaan program melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya GAPOKTAN Margo Sugih, Kelompok Ternak Mintih Mulia, KWT Tandur Makmur, dan KWT Mekar Jaya Lestari.

Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Tindak 31 SPBU di Sumatra Barat, 6 Dialihkelolakan

Dian mengatakan keberlanjutan program menjadi perhatian penting sehingga Pertamina Patra Niaga terus mendorong peningkatan kapasitas kelompok masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Program MAPAN hingga kini melibatkan delapan pemangku kepentingan, melahirkan dua kelompok baru, serta mendorong replikasi pertanian hortikultura di tiga area lahan.

“Harapannya, Kalijaran dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan EBT dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat,” kata Dian. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau sekaligus memperluas pemerataan manfaat pembangunan.

Topik Menarik