iPhone Termahal Sepanjang Sejarah Lahir di Tengah Lonjakan Harga Memori

iPhone Termahal Sepanjang Sejarah Lahir di Tengah Lonjakan Harga Memori

Teknologi | sindonews | Jum'at, 11 September 2026 - 07:21
share

Biaya memori sedang melonjak. Krisis inflasi belum selesai. Pasokan cip masih sulit. Semua komponen itu sudah mendorong harga perangkat naik ratusan dolar. Wajar kalau orang bersiap-siap kaget. Apple justru melakukan yang hampir kebalikannya.

Di panggung yang sama, Rabu 9 September 2026 di Cupertino, mereka merilis iPhone termahal sepanjang sejarah, dan sekaligus menurunkan harga AirPods.

Francisco Jeromino dari IDC menyebut inilah sinyal paling konsekuensial dari seluruh acara itu. Bukan lipatannya. Harganya.

iPhone Duo dijual mulai USD1.999 (Rp35.582.200). Itu untuk versi 256GB. Varian tertingginya USD3.200 (Rp56.960.000). Sebelum ini, iPhone termahal Apple di 2025 (17 Pro Max) dijual di USD1.999.

Sekarang, iPhone 18 Pro dibanderol USD1.199 (Rp21.342.200). iPhone 18 Pro Max USD1.299 (Rp23.122.200). Masing-masing naik USD100, sekitar Rp1.780.000, dari iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max.

Tapi yang paling menarik ada di ujung yang lain. AirPods justru turun. AirPods 5 dijual USD129, Rp2.296.200.Padahal AirPods 4 dengan peredam bising aktif dijual USD179 (Rp3.186.200) pada 2024.

Artinya Apple menurunkan titik masuk fitur peredam bising sebesar USD50. Sekitar Rp890.000.Di tahun ketika semua orang menaikkan harga.

Inilah yang disebut Jeromino sebagai gerakan dua arah: Apple melebarkan akses ke ekosistemnya di ujung bawah, dan membuka kelas super-premium yang benar-benar baru di ujung atas. Dalam satu panggung. Sedikit sekali pesaing yang sanggup melakukan keduanya sekaligus.

Sekarang bandingkan dengan tetangga sebelah.

Samsung Galaxy Z Fold 8 dijual USD1.899 (Rp33.802.200). Galaxy Z Fold 8 Ultra USD2.099 (Rp37.362.200).Duo? USD1.999 (Rp35.582.200).

Persis di tengah. Seratus dolar di atas yang satu, seratus dolar di bawah yang lain.

Ben Bajarin dari Creative Strategies mencatat hal yang sama dengan bahasa lebih halus: di titik sekitar USD2.000, Duo memang mahal, tapi tidak semahal yang dirumorkan sebelumnya.

Rumor sebelumnya memang menempatkan Duo jauh lebih tinggi. Apple menurunkan ekspektasi itu sendiri.

Kenapa Apple berani setinggi ini? Karena mereka tidak butuh volume. Harga jual rata-rata ponsel lipat lebih tinggi daripada ponsel biasa. Marginnya juga lebih tebal.Jadi meskipun Apple menjual unit yang jauh lebih sedikit dibanding siklus iPhone normal, baris pendapatan iPhone tetap gemuk. Dan iPhone menyumbang lebih dari separuh penjualan Apple setiap tahun.

Ponsel lipat sendiri baru menguasai 2 persen pasar ponsel dunia. Bajarin memperkirakan Apple bisa merebut 20 sampai 25 persen dari ceruk itu. Kecil. Tapi mahal. Dan itu cukup.

Bayangan Vision Pro

Tentu ada risikonya. Dipanjan Chatterjee dari Forrester mengingatkan: Apple pernah memasang harga tinggi dan gagal. Vision Pro dibanderol USD3.699 (Rp65.842.200) dan tidak laku.

Menurut Chatterjee, ponsel lipat ini berisiko menjadi ornamen berharga premium di dalam portofolio. Memberi nilai gengsi, tapi tidak memberi pertumbuhan yang berarti.

Atau bisa juga jadi Apple Watch berikutnya: tidak sepopuler iPhone, tapi tetap dibeli jutaan orang tiap tahun.Yang membedakan dua nasib itu, seringkali, cuma harga.

Pasar memberi rapor sementaraSaham Apple turun 1 persen pada perdagangan Rabu sore. Ditutup di USD315,34, melemah 0,28 persen.

Reaksi yang datar. Tapi ini pola berulang: saham Apple memang kerap melemah tipis persis setelah acara peluncuran.

Analis Bank of America Wamsi Mohan mencatat, saham itu biasanya pulih dan mencetak kenaikan baru dalam 30 sampai 60 hari sesudahnya.

Rapor yang sesungguhnya baru keluar saat laporan keuangan, tak lama sebelum Halloween.

Yang perlu dicatat pembeli Indonesia

Semua angka di atas adalah harga Amerika Serikat, sebelum pajak. Apple belum mengumumkan harga maupun tanggal ketersediaan untuk Indonesia. Belum ada pula keterangan soal pemenuhan TKDN.

Pre-order dibuka 16 Oktober. Penjualan mulai 23 Oktober. Warna hitam dan perak.

Topik Menarik